Buntut Bentrok Pedagang vs Ormas di Pasar Kutabumi Tangerang, 3 Orang Jadi Tersangka
Ada 7 orang anggota ormas yang ditangkap Polres Tangerang pada Selasa (26/9/2023) dini hari. 7 orang yang ditangkap diduga melakukan pengeroyokan dan
TRIBUNJAMBI.COM - Organisasi masyarakat (Ormas) yang menyerang Pasar Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ditangkap polisi.
Ada 7 orang anggota ormas yang ditangkap Polres Tangerang pada Selasa (26/9/2023) dini hari.
Dikatakan Kapolresta Tangerang Kombes Sigit Dani Setiyono, 7 orang yang ditangkap diduga melakukan pengeroyokan dan perusakan di Pasar Kutabumi.
"Kami amankan tujuh orang yang kemudian kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan," kata Sigit.
Dari 7 orang yang ditangkap, 3 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan 4 lainnya berstatus sebagai saksi.
Dari pemeriksaan, ada surat perintah pengerahan massa yang melibatkan 6 ormas
Baca juga: Update Kasus Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara Tewas Tertembak: Polisi Ungkap Isi Rekaman CCTV Rumdis
Baca juga: Sambut Maulid Nabi, Ini 3 Destinasi Wisata Religi yang Ada di Kota Jambi
Surat tersebut merupakan deklarasi pembentukan aliansi masyarakat peduli massa rakyat Banten, yang ditandatangani oleh perwakilan pimpinan ormas cabang Kecamatan Pasar Kemis.
"Ini informasi yang kami peroleh dari saksi dan tersangka yang ditetapkan hari ini. Jadi, kami akan pendalaman lebih jauh terkait keterkaitan antara peristiwa bentrokan yang terjadi di Pasar Kutabumi," ucap dia.
Kesaksian Pedagang
Bentrok di Pasar Kutabumi antara pedagang dan ormas bermula dari informasi jika ada sekelompok ormas akan membongkar lapak pedagang.
"Memang awalnya ada informasi kalau ada ormas-ormas yang mau bongkar Pasar Kutabumi. Tapi kami enggak gubris karena dipikir itu hoaks," kata pedagang perhiasan di Pasar Kutabumi, Rina (54) saat ditemui Kompas.com, Senin (25/9/2023).
Tak berselang lama, sekelompok orabg tak dikenal merangsek ke pasar dan meminya pedagang pindah ke penampungan sementara.
Sebab, Pasar Kutabumi disebut-sebut hendak direvitalisasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangeran
Inilah yang membuat pedagang menolak dan berujung bentrok.
Update Kasus Pengawal Pribadi Kapolda Kaltara Tewas Tertembak: Polisi Ungkap Isi Rekaman CCTV Rumdis |
![]() |
---|
Happy Asmara Pamer Foto Bareng Alan Walker usai Ditinggal Nikah Denny Caknan |
![]() |
---|
Marshel Widianto dan Cesen Saling Sindir di Sosmed, Warganet: Nikahnya Privat, Berantemnya Go Public |
![]() |
---|
Kaesang Jadi Ketum PSI, PSI Jambi: Kita Semakin Optimis di Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.