Kisah Korban Penculikan Praka RM Cs
Korban Lain yang Sempat Diculik Oknum TNI Aniaya Warga Aceh Hingga Meninggal: Pernah Disiksa 6 Jam
Korban penculikan yang dilakukan oknum anggota TNI pelaku penganiayaan Imam masykur hingga meninggal mengungkapkan pernah disiksa selama enam jam.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Korban penculikan yang dilakukan oknum anggota TNI pelaku penganiayaan Imam masykur hingga meninggal mengungkapkan pernah disiksa selama enam jam.
Selama diculik, dia hanya bisa berpasrah dan berdoa agar bisa selamat dan bertemu keluarga.
Pengakuan itu disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama Serambinews dilansir Tribunjambi.com, Kamis (7/9/2023).
Seperti diketahui, tiga orang telah ditetapkan dalam kasus tersebut.
Ketiga orang tersebut merupakan oknum prajurit TNI dan satu diantaranya merupakan anggota Paspampres, Praka RM.
Narasurmber yang identitasnya disamarkan itu mengaku pernah diculik oleh Praka RM Cs.
Dia mengungkapkan bahwa dari tokonya itu dua orang menjadi korban penculikan.
Saat diculik itu, handphone langsung dilucuti dari korbannya.
Kemudian pelaku menggiring korban ke mobil dengan mata tertutup.
Baca juga: Kisah Korban Lain Penculikan Praka RM Cs, Oknum TNI Aniaya Warga Aceh Hingga Meninggal
Baca juga: Korban Penculikan Praka RM Cs: Dipukul dengan Kabel, Disetrum, Kalau Melawan Ditembak
Baca juga: Gempa Hari Ini Kamis 7 September 2023, BMKG Catat Gempa Terjadi di Pesisir Selatan Sumbar
Penyiksaan yang dialaminya itu terjadi dalam mobil.
Namun saat terjadi penculikan itu, dia menyebutkan tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.
"Waktu kami diambil (diculik; red) di toko, bisa dibilang tidak ada saksi atau tidak ada warga yang melihat kejadian di toko kami, karena kejadiannya sangat cepat."
Tak berhenti disitu, para pelaku mencari korban lain sesuai target, yakni paenjual obal ilegal.
"Setelah ditutup mata di dalam mobil, mereka cari mangsa lagi dari toko lain, mereka target empat toko, di hari itu cuma dapat dari dua toko," ujarnya.
Dia menyebutkan bahwa selain dia dan rekannya satu toko, pelaku turut mengamankan dua orang dari toko yang berebda.
"Dari toko lain juga diambil dua orang, karena di toko itu kebetulan ada satpam lagi numpang ngopi, satpam satpam itu diangkut," sebutnya.
Saat di dalam mobil itu, para pelaku belum melakukan penyiksaan lantaran jumlah target belum tercapai.
Baca juga: Hasil Visum Imam Maskur, Warga Aceh yang Dianiaya Anggota Paspampres dan TNI, Disebut Asfiksia
Setelah target tercapai itulah para pelaku mengeksekusi para korbannya satu per satu.
"Mulai dari jam 8 malam sampai jam 2 dini hari baru dilepas," ungkapnya.
Dia juga menyebutkan bahwa korban yang diincar para pelaku merupakan warga yang berasal dari Aceh.
"Memang orang Aceh semua, memang targetnya toko yang jual obat," tandasnya.
Kisah Korban Saat Diculik Praka RM Cs
Berikut kisah korban penculikan Praka RM Cs, terduga pelaku penganiayaan Imam Masykur hingga meninggal dunia.
Pemuda berusia 25 tahun itu meninggal dunia dikabarkan setelah dilakukan penyiksaan oleh pelaku di Jakarta.
Awalnya kabar korban meninggal diketahui melalui pesan WhatApss yang beredar luas pada Sabtu (26/8/2023) lalu.
Namun ternyata Imam Masykur telah meninggal dunia 10 hari sebelum mencuat ke publik.
Saat ini tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Ketiga orang tersebut merupakan oknum TNI dan satu diantaranya oknum Paspampres.
Baca juga: Hakim Vonis Shane Lukas 5 Tahun Penjara dan Bebaskan dari Restitusi: Bukan Pelaku Utama, Mengada-ada
Baca juga: Kekasih Imam Masykur Harap Oknum Paspampres dan 2 TNI Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas Dihukum Mati
Belakangan diketahui bahwa ternyata korban dalam kasus tersebut tidak hanya Imam Masykur.
Ada beberapa korban lainnya yang sempat mengalami penculikan dan penganiayaan.
Dilansir dari Youtube Serambinews dalam wawancara eksklusif mengfhadirkan korban lainnya.
Dalam keterangannya, narasumber tersebut menjelaskan kronologi dan cara pelaku melakukan penangkapan.
Dia menyebutkan bahwa penculikan yang dialaminya terjadi saat menjelang hari raya Idul Fitri 2023.
Dia meneybutkan bahwa kejadiannya pukul 14 siang, saya ke toko untuk antar barang supaya ada barang untuk dijual," ujarnya.
Dia kemudian masuk ke dalam toko untuk beristirahat sejenak dan meminta anak buat membeli rokok dan kopi.
"Begitu anak buah saya kembali, saat itu juga perampok itu masuk ke dalam toko saya," katanya.
Dia menyebutkan bahwa perampok tersebut berjumlah empat orang.
Narasumber itu meyakini bahwa diantara keempat orang tersebut terdapat diantaranya Praka RM.
"Itu saya yakin, pasti komplotan dia (Praka RM), walaupun ada kejadian-kejadian sebelumnya. Sebab begini, kalau yang merampok itu orang jawa, mereka nggak berani minta uang lebih dari Rp 5 juta," ungkapnya.
Dia mengatakan itu bahwa warga Jawa tidak mengetahui kelemahan orang Aceh ketika melakukan perampokan.
Untuk melancarkan aksinya, para pelaku mengaku dari institusi penegak hukum dengan senjata lengkap.
"Mereka datang dengan senjata lengkap, yang paling lengkap itu ya RM (Praka RM) itu,"
"Mereka langsung masuk dan meminta kami meletakkan handphone diatas meja, lalu saya bilang 'saya tidak kerja disini, saya cuma numpang merokok dan ngopi', sengaja saya bilang gitu biar nggak kena kami dua," ujarnya.
"Kalau nanti anak buah saya aja yang kenak, saya masih bisa selamatkan dia. Tapi kalau saya kenak anak buah saya juga kenak, nggak ada yang menyelamatkan,"
Namun saat itu para perampok itu memaksa untuk meletakkan handphone diatas meja.
Setelah hp diletakan, orang yang diduga Praka RM melakukan pemukulan terhadap korban.
Kemudian para pelaku memborgol narasumber dan anak buahnya dan dibawa ke dalam mobil.
"Di dalam mobil kami ditanya sama siapa kalian koordinasi jualan disini, kami bilang suda berkoordinasi dengan perangkat desa dan lainnya, makanya kami berani jualan disini,"
Saat itu Praka RM mengaku tidak mengetahui bahwa korban telah berkoordinasi untuk berjualan di kawasan tersebut.
Meski demikian, korban menyebutkan akan membuka koordinasi baru dengan Praka RM dkk.
Bahkan dia menawarkan porsi setoran yang akan diberikan jika berkoordinasi ke Praka RM.
Namun saat dia tidak bersedia dan mengatakan akan membawa korban ke kantor.
"Disitu kami berdua diikat mata dan disuruh tidur di bagasi mobil," katanya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Komitmen Salurkan LPG Tepat Sasaran, Sinergi Pertamina Sidak Rumah Makan dan Hotel di Jambi
Baca juga: Kunci Jawaban PPKN Kelas 8 Halaman 92 Tentang Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda
Baca juga: Panen Raya di Desa Pasar Terusan, Bupati Harap Peningkatan Produktivitas Pertanian di Batanghari
Baca juga: Kasus Perkelahian Akibat Sengketa Tanah di VII Koto, Polres Tebo Tetapkan Tersangka Baru
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.