Kisah Korban Penculikan Praka RM Cs

Korban Penculikan Praka RM Cs: Dipukul dengan Kabel, Disetrum, Kalau Melawan Ditembak

Korban penculikan yang dilakukan Praka RM, pelaku penganiayaan Imam Masykur mengungkapkan cara penyiksaan yang dilakukan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Serambinews.com/Kolase Tribun Jambi
Korban penculikan yang dilakukan Praka RM, pelaku penganiayaan Imam Masykur mengungkapkan cara penyiksaan yang dilakukan. 

TRIBUNJAMBI.COM -  Korban penculikan yang dilakukan Praka RM, pelaku penganiayaan Imam Masykur mengungkapkan cara penyiksaan yang dilakukan.

Saat menjalankan aksinya, para pelaku ternyata mencari sejumlah taget untuk diculik dan disiksa.

Saat berkasi, para korban dibuat ketakutan sebab para pelaku berpakaian lengkap aparat penegak hukum.

Hal itu terungkap dalam wawancara ekklusif Serambinews dengan salah satu korban yang juga merupakan warga Aceh.

Seperti diketahui bahwa salah seorang pemuda asal Aceh, Imam Masykur meninggal dunia usai diculik dan disiksa.

Saat ini ada tiga orang oknum prajurit TNI menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Satu diantaranya merupakan anggota Paspampres.

Awalnya narasumber yang disamarkan identitasnya itu menceritakan kronologi penculikan.

Baca juga: Kisah Korban Lain Penculikan Praka RM Cs, Oknum TNI Aniaya Warga Aceh Hingga Meninggal

Baca juga: Ketua KPK Angkat Bicara Soal Cak Imin Diperiksa dalam Kasus Dugaan Korupsi Sistem Proteksi TKI

Baca juga: Gempa Hari Ini Kamis 7 September 2023, BMKG Catat 2 Titik Gempa Jarak Waktu 10 Menit

Dia menyebutkan bahwa Praka RM datang menemui target bersama beberapa rekannya.

Disana mereka langsung mengancam para korbannya.

Saat ditanya penyiksaan yang dialaminya, dia mengaku bermacam-macam cara pelaku menyiksa para korban.

Ada yang disiksa dengan dipukul menggunakan kabel.

Bahkan diantara korban itu juga ada yang disetrum.

Saat disiksa di dalam mobil, para pelaku melakukan pemeriksaan handphone dan transaksi toko target.

"Dipukul dengan kabel, disetrum. Macam-macam caranya, saya memang sudah pasrah, saya anggap memang sudah mati, saya beristighfar, berdoa semoga selamat, bisa lihat keluarga, bisa pulang kampung," ungkap narasumber dilansir dari youtube Serambinews, Kamis (7/9/2023).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved