Kisah Korban Penculikan Praka RM Cs

Korban Penculikan Praka RM Cs: Dipukul dengan Kabel, Disetrum, Kalau Melawan Ditembak

Korban penculikan yang dilakukan Praka RM, pelaku penganiayaan Imam Masykur mengungkapkan cara penyiksaan yang dilakukan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Serambinews.com/Kolase Tribun Jambi
Korban penculikan yang dilakukan Praka RM, pelaku penganiayaan Imam Masykur mengungkapkan cara penyiksaan yang dilakukan. 

Dia kemudian masuk ke dalam toko untuk beristirahat sejenak dan meminta anak buat membeli rokok dan kopi.

Baca juga: Update Oknum TNI Aniaya Warga Sipil, Ibunda Imam Masykur Bertemu 3 Pelaku: Lebih Kejam dari PKI

"Begitu anak buah saya kembali, saat itu juga perampok itu masuk ke dalam toko saya," katanya.

Dia menyebutkan bahwa perampok tersebut berjumlah empat orang.

Narasumber itu meyakini bahwa diantara keempat orang tersebut terdapat diantaranya Praka RM.

"Itu saya yakin, pasti komplotan dia (Praka RM), walaupun ada kejadian-kejadian sebelumnya. Sebab begini, kalau yang merampok itu orang jawa, mereka nggak berani minta uang lebih dari Rp 5 juta," ungkapnya.

Dia mengatakan itu bahwa warga Jawa tidak mengetahui kelemahan orang Aceh ketika melakukan perampokan.

Untuk melancarkan aksinya, para pelaku mengaku dari institusi penegak hukum dengan senjata lengkap.

"Mereka datang dengan senjata lengkap, yang paling lengkap itu ya RM (Praka RM) itu,"

"Mereka langsung masuk dan meminta kami meletakkan handphone diatas meja, lalu saya bilang 'saya tidak kerja disini, saya cuma numpang merokok dan ngopi', sengaja saya bilang gitu biar nggak kena kami dua," ujarnya.

"Kalau nanti anak buah saya aja yang kenak, saya masih bisa selamatkan dia. Tapi kalau saya kenak anak buah saya juga kenak, nggak ada yang menyelamatkan,"


Namun saat itu para perampok itu memaksa untuk meletakkan handphone diatas meja.

Setelah hp diletakan, orang yang diduga Praka RM melakukan pemukulan terhadap korban.

Kemudian para pelaku memborgol narasumber dan anak buahnya dan dibawa ke dalam mobil.

"Di dalam mobil kami ditanya sama siapa kalian koordinasi jualan disini, kami bilang suda berkoordinasi dengan perangkat desa dan lainnya, makanya kami berani jualan disini,"

Saat itu Praka RM mengaku tidak mengetahui bahwa korban telah berkoordinasi untuk berjualan di kawasan tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved