LIPUTAN KHUSUS

Pengakuan Manusia Badut di Kota Jambi Bikin Kaget

"Awalnyo sudah keliling cari gawe, dak katek. Laju ade kawan nawari, milu jadi badut. Galak lah daripado dak begawe," tandasnya.

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Seorang manusia badut terjaring razia tim gabungan personel Dinas Sosial Kota Jambi, Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Alam Barajo. Tim merazia gelandangan-pengemis (gepeng) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Jambi, Rabu (2/8) sore. 

Sofni mengajak masyarakat lebih bijak memberikan uang ke pengemis, agar mereka tidak terbiasa dan menjadikan mengemis ini menjadi profesi mengiurkan.

"Tugas kita juga untuk mendidik mereka, agar tidak menjadikan mengemis ini menjadi mata pencarian yang mengiurkan," pungkasnya. 

Koordinasi Antardaerah

Akademisi Universitas Nurdin Hamzah, Wenny Ira, mengatakan Kota Jambi saat ini merupakan destinasi yang paling enak untuk PMKS, khususnya gepeng.

Itu dibandingkan daerah lain, semisal Palembang yang merupakan kota besar.

Sebagian PMKS, khususnya pengemis dan manusia gerobak, berasal dari luar Kota Jambi.

Ini memerlukan perhatian lebih dari Pemerintah Kota Jambi dalam membuat kebijakan penertiban.

Bukan sekadar penertiban, tapi juga mengawasi secara ketat lalu-lintas masyarakat yang keluar masuk ke Jambi.

Pemerintah dapat berkordinasi dengan daerah sekitar, khususnya Sumatra Selatan, untuk mengawasi orang yang masuk ke Jambi bermodus gepeng.

Selain itu, gepeng yang telah terjaring dan tertangkap lagi agar mendapat sanksi tegas, bukan sekadar dipulangkan.

Mereka ini terkoordinasi, jadi membutuhkan kebijakan yang tegas dari pemerintah.

Intinya, kebijakan tersebut bisa memberikan efek jera bagi bagi pekerja ilegal di Jambi. (usn/cay)

Baca juga: 5 Jam Dapat Rp250 Ribu, Dinsos Kota Jambi Ungkap Indikasi Jaringan Gepeng Tersistem

Baca juga: Kisah 14 Warga Jambi Terima Duit Rp 1 Miliar Lebih dari Pembebasan Lahan Proyek Tol Jambi-Sumsel

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved