LIPUTAN KHUSUS
Pengakuan Manusia Badut di Kota Jambi Bikin Kaget
"Awalnyo sudah keliling cari gawe, dak katek. Laju ade kawan nawari, milu jadi badut. Galak lah daripado dak begawe," tandasnya.
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Pendapatan itu di luar biaya sewa kostum Rp30 ribu per hari.
Kostum badut disewanya dari pemilik atau jasa sewa di kawasan Kuburan Cina.
Per enam jam
Kepada Tribun, lelaki bernama sapaan Ican itu menjadi badut bersama rekannya tiap harinya.
Mereka beraksi bergantian tiap enam jam.
"Kalau lagi ramai bisa Rp25 ribu-Rp90 ribuan, shift-nya per enam jam hitungan kotornya," tuturnya.
Dalam sehari, Ican mengaku dapat mengumpulkan uang Rp150 ribu-Rp200 ribu. "Tergantung kondisi ramai atau tidaknya," ujarnya.
Ican sudah pernah tertangkap terkait kasus yang sama.
Meski begitu, dia kembali menjadi manusia badut jalanan karena kesulitan mencari pekerjaan.
Jangan Bosan
Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi, Syofni Herawati, meminta Dinas Sosial Kota Jambi untuk tidak bosan membina PMKS seiring meningkatnya aktivitas mereka di Kota Jambi.
Sofni memahami permasalahan PMKS sudah ada sejak dahulu.
"Sudah sering kita bahas, bahkan sejak periode saya sebelumnya," ujarnya Rabu (2/8).
Untuk itu, dia meminta dinsos benar-benar mendata dan membina agar lebih baik.
"Karena mereka itu ada yang mengoordinir, jadi sulit untuk di hilangkan," tuturnya.
Warga 4 Daerah Tolak Pembangunan Stockpile Batu Bara PT SAS di Aur Duri Kota Jambi, Hanya Sejengkal |
![]() |
---|
Raffi Tak Jadi Operasi Plastik, Anak di Jambi Kena Stevens-Johnson Syndrome, Virus Tak Masuk Daging |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kota Jambi Minta Wako Panggil Dokter Puskesmas dan Kadis, Anak Kena Sindrom Langka |
![]() |
---|
Ustaz Agus Nyaris Menangis Lihat Kondisi Anak di Jambi Kena Sindrom Langka Kulit Mengelupas |
![]() |
---|
Anak di Jambi Kena Sindrom Langka, Kulit Raffi Lepas Jika Tidur di Kasur, Terpaksa Alas Daun Pisang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.