LIPUTAN KHUSUS

Pengakuan Manusia Badut di Kota Jambi Bikin Kaget

"Awalnyo sudah keliling cari gawe, dak katek. Laju ade kawan nawari, milu jadi badut. Galak lah daripado dak begawe," tandasnya.

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Seorang manusia badut terjaring razia tim gabungan personel Dinas Sosial Kota Jambi, Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Alam Barajo. Tim merazia gelandangan-pengemis (gepeng) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Jambi, Rabu (2/8) sore. 

Pendapatan itu di luar biaya sewa kostum Rp30 ribu per hari.

Kostum badut disewanya dari pemilik atau jasa sewa di kawasan Kuburan Cina.

Per enam jam

Kepada Tribun, lelaki bernama sapaan Ican itu menjadi badut bersama rekannya tiap harinya.

Mereka beraksi bergantian tiap enam jam.

"Kalau lagi ramai bisa Rp25 ribu-Rp90 ribuan, shift-nya per enam jam hitungan kotornya," tuturnya.

Dalam sehari, Ican mengaku dapat mengumpulkan uang Rp150 ribu-Rp200 ribu. "Tergantung kondisi ramai atau tidaknya," ujarnya.

Ican sudah pernah tertangkap terkait kasus yang sama.

Meski begitu, dia kembali menjadi manusia badut jalanan karena kesulitan mencari pekerjaan. 

Jangan Bosan

Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi, Syofni Herawati, meminta Dinas Sosial Kota Jambi untuk tidak bosan membina PMKS seiring meningkatnya aktivitas mereka di Kota Jambi.

Sofni memahami permasalahan PMKS sudah ada sejak dahulu.

"Sudah sering kita bahas, bahkan sejak periode saya sebelumnya," ujarnya Rabu (2/8).

Untuk itu, dia meminta dinsos benar-benar mendata dan membina agar lebih baik.

"Karena mereka itu ada yang mengoordinir, jadi sulit untuk di hilangkan," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved