Jalan Tol Jambi Betung

6 Fakta Uang Ganti Rugi yang Diterima Mbah Taryo dari Proyek Jalan Tol Jambi-Betung

Sutaryo atau Mbah Taryo (64) adalah warga yang menerima ganti rugi terbesar dari pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung di Desa Muaro Sebapo, Muarojambi.

Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi
Sutaryo atau Mbah Taryo (64) adalah warga yang menerima ganti rugi terbesar dari pembangunan jalan tol Jambi-Betung di Desa Muaro Sebapo, Kabupaten Muarojambi. 

Selain tertera tulisan tahun 2006 ada pula tulisan "Tahun Kebangkitan Karet Rakyat Jambi".

Lalu di mana pohon karet yang dulu ditanam Jusuf Kalla?

Baca juga: Terkuak! AL Mantan Anggi Pengantin Baru Viral COD Ayam Geprek Nangis Diminta Ganti Biaya Nikahan

"Ya ditebang. Itu posisinya di rumah baru, persisnya di ruangan yang akan jadi kamar utama, " kata Sutaryo tertawa sembari menunjuk rumah mewahnya.

Mbah Sutaryo Dapat Paling Banyak

Rumah dua lantai itu sedang dalam proses pembangunan. Tampilannya sangat mencolok. Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.

Sejumlah tukang tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing untuk membangun rumah itu.

Meski masih dalam proses pengerjaan, bentuknya sudah terlihat. Rumah mewah itu merupakan milik Sutaryo (64). Ia membangun rumah itu dari uang ganti untung pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung, Sumatera Selatan.

Sutaryo adalah warga Desa Muara Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi yang tanahnya dilewati jalan tol. Jalan tol itu sendiri sejak bulan lalu sudah mulai dikerjakan.

Sembari mengisap rokoknya, Sutaryo yang ditemui di rumah sementaranya, yang berupa rumah papan sangat sederhana, tak jauh dari rumah yang sedang ia bangun, Selasa (11/7).

Adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Jambi membuat Sutaryo menjadi miliarder dadakan. Tanahnya seluas 2 hektare lebih terkena proyek pembangunan jalan tol. Tanah itu memiliki dua sertifikat.

Tanahnya berada di tepi ruas jalan lintas Jambi-Palembang. Panjangnya dari tepi jalan arteri hingga ke dalam mencapai 483 meter. Dari ratusan jiwa yang tanahnya terkena proyek jalan tol, ia menjadi orang penerima ganti untung terbesar di Muara Sebapo.

"Kalau uang ganti ruginya itu capai Rp19,5 miliar," beber Sutaryo.

Uang itulah yang digunakannya untuk membangun rumah mewah barunya di atas tanah seluas dua tumbuk lebih. Ia juga menuturkan uang ganti rugi itu ia bagi-bagikan ke tiga anaknya juga untuk membeli tanah. Mengenai rumah besar barunya itu, kakek dua cucu itu mengaku ingin rumahnya dijadikan tempat berkumpul keluarga dan warga sekitar. Hidup itu, kata dia, harus bermanfaat.

"Umur manusia itu cuma sebentar. Pangeran Diponegoro itu "umurnya panjang" karena ia bermanfaat, selalu dibicarakan," kata kakek yang mengenakan cincin batu merah delima di jari kirinya.

Baca juga: Tentukan Nasib Vonis Mati Ferdy Sambo, MA Siapkan Lima Hakim Agung

Sutaryo merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perkebunan, Kabupaten Batanghari. Ia memiliki kebun karet. Ayahnya dulu di zaman Belanda, bekerja di perkebunan karet Belanda. Tahun 1960 an, Sutaryo tinggal di Muara Sebapo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved