Jalan Tol Jambi Betung

6 Fakta Uang Ganti Rugi yang Diterima Mbah Taryo dari Proyek Jalan Tol Jambi-Betung

Sutaryo atau Mbah Taryo (64) adalah warga yang menerima ganti rugi terbesar dari pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung di Desa Muaro Sebapo, Muarojambi.

Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi
Sutaryo atau Mbah Taryo (64) adalah warga yang menerima ganti rugi terbesar dari pembangunan jalan tol Jambi-Betung di Desa Muaro Sebapo, Kabupaten Muarojambi. 

Saat ini pembangunan rumah mewah itu masih tahap pengerjaan. Namun dari konstruksi yang sudah dibuat, terlihat bangunan itu cukup besar.

Rumah dua lantai itu sedang dalam proses pembangunan. Tampilannya sangat mencolok.

Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.

Sejumlah tukang tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing untuk membangun rumah itu.

Meski masih dalam proses pengerjaan, bentuk rumah mewah milik Sutaryo itu sudah terlihat.

Sutaryo bukanlah orang baru di sana. Dia juga bukan baru-baru ini membeli tanah yang diganjar dengan nominal sangat besar itu.

Baca juga: Cabang Olahraga Arung Jeram Porprov Jambi di Sungai Sijenjang Pertandingkan Kategori Slalom Rafting

Dia mengatakan, sudah sejak tahun 1960 dia tinggal di kampung itu dan bangun kebun karet.

Ayahnya pada masa penjajahan Belanda, bekerja di perkebunan karet.

Soal pembangunan tol, ia mengapresiasi proyek prioritas menghubungkan daerah-daerah di Sumatera tersebut.

"Secara nurani ini untuk kepentingan negara, ya saya setuju saja. Apalagi saya ini pensiunan PNS, " kata Sutaryo yang kemarin ditemani anak bungsunya.

Ada kisah menarik di tanah yang kini dibangun rumah anyar Sutaryo.

Lapangan dekat rumahnya dikenal oleh warga dengan nama Lapangan JK atau Lapangan Jusuf Kalla.

Penamaan itu lantaran saat JK menjadi wakil presiden, JK pernah ke sana pada 2006.

"Ingat ga dulu ada program penanaman karet satu juta hektare. Nah dulu Pak JK nanamnya di sini, " kenangnya sembari menoleh ke belakang. Ia menunjuk caping yang tergantung.

Pengakuannya itu adalah caping yang dipakai JK saat menanam karet di sana. Masih jelas terbaca tulisan di caping itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved