Mantan Ketua Partai Demokrat Ungkap SBY Pernah Undang Partai Koalisi ke Istana Presiden: Tanpa PKS
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengklaim bahwa Susilo Bambang Yudhoyono pernah melakukan pertemuan di Istana Presiden.
"Salah satu peristiwa pertemuan partai koalisi di Istana adalah pada saat Pak SBY mengundang seluruh partai peserta koalisi, kecuali PKS," kata Anas.
"Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Pak SBY yang meminta pandangan dari seluruh pimpinan partai-partai koalisi pemerintahan. Suasana dan materi pembicaraan tentu tidak saya ceritakan pada kesempatan ini," sambungnya.
Anas memandang wajar presiden mengadakan pertemuan dengan para ketum parpol koalisinya. Menurutnya, presiden juga dapat menggelar pertemuan silaturahmi di kantornya.
"Untuk pemerintahan produk dari koalisi, mengadakan pertemuan di Istana adalah wajar. Istana adalah kantornya presiden yang memimpin koalisi dari pemerintah tersebut," katanya dikutip Tribunjambi.com dari detik.com.
Baca juga: Respon Demokrat Usai Anas Urbaningrum Bebas dari Penjara: Biasa Saja, Bagian dari Masa Lalu
"Bahkan presiden boleh bikin pertemuan silaturrahim atau bicara (kontestasi) gagasan dengan pimpinan partai oposisi di Istana," imbuhnya.
Hanya, sebut Anas, hal yang tidak patut yakni apabila presiden menggelar acara rapat atau kongres partai di Istana. Dia tak menyebut siapa yang dimaksud ini.
"Yang tidak patut adalah kalau bikin Rakernas, Rapimnas atau kongres partai di Istana," katanya.
detikcom sudah menghubungi pengurus Demokrat soal kicauan Anas namun belum mendapatkan jawaban.
Presiden Jokowi Kumpulkan Ketum Parpol Koalisi
Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengumpulkan para Ketum partai koalisi pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5) malam.
Namun dari tujuh parpol koalisi pemerintah, hanya Partai NasDem yang tak diundang.
Ketua DPP Partai NasDem, Charles Meikyansyah mengaku tak mendapat undangan pertemuan partai koalisi pemerintah dengan Presiden Jokowi itu. Padahal, dia menjamin NasDem bakal hadir jika menerima undangan tersebut. "Yang jelas sampai saat ini tidak ada undangan ke Ketum Partai NasDem Pak Surya Paloh atau Sekjen," kata Charles saat dihubungi, Selasa (2/5).
Meski demikian, NasDem kata Charles menghormati keputusan tuan rumah yang tidak mengundang partainya itu. Namun, dia menegaskan NasDem saat ini masih dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.
Baca juga: Ketua Partai Diundang ke Istana, Jusuf Kalla Minta Jokowi Jangan Terlalu Ikut Campur Urusa Politik
"Yang jelas NasDem diundang tidak diundang sangat menghormati arti undangan, artinya kalau diundang kita sangat menghormati, tidak diundang pun kita memahami itu semua," katanya.
Dari pantauan Tribunnews tadi malam, sejumlah ketua umum partai politik pendukung pemerintahan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan memenuhi undangan dari Presiden Jokowi itu.
Anas Urbaningrum
Partai Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono
SBY
Istana Presiden
Presiden Jokowi
PKS
Prabowo Subianto
PPP
Tribunjambi.com
Demokrat Kritik Pertemuan Partai Koalisi Pemerintah di Istana Presiden, Prabowo: Kami Bahas Ekonomi |
![]() |
---|
Respon Demokrat Usai Anas Urbaningrum Bebas dari Penjara: Biasa Saja, Bagian dari Masa Lalu |
![]() |
---|
Anas Urbaningrum Keluar Penjara: Skenario Boleh Besar, Kuat, Tapi Tak Mampu Kalahkan Skenario Tuhan |
![]() |
---|
Loyalis Anas Urbaningrum Minta 3 Permintaan Maaf SBY: Gunakan Hati Jernih dan Tegar Akui Itu Semua |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.