KPK Krisis Kepemimpinan, Anak Buah Firli Bahuri Walkout

Komisi Pemberantasan Korups (KPK) dibawah kepemimpinan Firli Bahuri sebagai ketua kini menjadi perhatian publik.

|
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/Kolase Tribun Jambi
Komisi Pemberantasan Korups (KPK) dibawah kepemimpinan Firli Bahuri sebagai ketua kini menjadi perhatian publik. 

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi Pemberantasan Korups (KPK) dibawah kepemimpinan Firli Bahuri sebagai ketua kini menjadi perhatian publik atas dugaan terjadi krisis kepemimpinan.

Pasalnya beberapa peagwai KPK melakukan aksi walkout.

Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo menyatakan kekompakan dan kepercayaan pegawai KPK dengan pimpinan KPK merupakan modal dasar dalam memberantas korupsi.

Hal ini terbukti sukses sejak KPK berdiri dengan prestasi menangkapi para koruptor besar dari sisi jumlah kerugian negara hingga triliunan maupun OTT terhadap pejabat atau kepala lembaga negara.

Yudi Purnomo menambahkan bahwa pimpinan KPK selama periode sebelumnya selalu dihormati oleh pegawai karena bukan hanya mau mendengar aspirasi tapi juga mau menerima aspirasi pegawai sehingga pegawai semakin semangat bekerja.

Adapun perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan mampu diselesaikan dengan baik karena kedua belah pihak baik pegawai yang ketika itu ada wadah pegawai sebagai penyalur aspirasi dengan pimpinan KPK tentu mempunyai pandangan berbeda.

Yudi menceritakan salah satu pengalamannya ketika berbeda pendapat dengan pimpinan terkait pemindahan mutasi pegawai saat kepemimpinan Agus Rahardjo.

Baca juga: Brigjen Endar Dipecat dari KPK Bukan Karena Formula E Tapi Diduga Pegang 2 Bukti Korupsi 

Baca juga: Profil dan Biodata Firli Bahuri, Ketua KPK Periode 2019-2023 yang Berharta Rp 22 Miliar

Aturan Mutasi pegawai saat itu perlu dibuat aturan agar pegawai nyaman dan independen bekerja memberantas korupsi tanpa takut dipindah jika menangani kasus besar ataupun tidak disukai atasan karena prinsip.

"Misal penyidik dipindah ke bagian lain yang tidak terkait penyidikan. Sementara pimpinan juga ingin ada perpindahan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Terjadi dialog beberapa kali dengan pimpinan. Pimpinan pun akhirnya mau mendengar aspirasi dan dibuatlah aturan bahwa perpindahan selain kebutuhan organisasi juga mendengar aspirasi pegawai yang bersangkutan terkait pemidahannya,"

Kembali ke kejadian Walkout pegawai KPK saat berdialog dengan Firli CS, Yudi menyatakan bahwa walkout merupakan bentuk kekecewaan karena penjelasan pimpinan sudah terbaca akan mutar mutar dengan inti tetap memberhentikan Brigjen Endar.

Dengan adanya walkout itu Yudi menambahkan bahwa ketidakpercayaan kepada pimpinan KPK semakin membuat konflik internal KPK semakin berlarut larut dan membuat suram arah pemberantasan korupsi.

Dan terbukti survei LSI terbaru tingkat kepercayaan masyarakat kepada KPK menurun.

Survei LSI: Kepercayaan Publik Terhadap Kejaksaan Tertinggi Dibanding Lembaga Penegak Hukum Lain

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil jajak pendapat mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Baca juga: Pernah Buat Heboh Sebut Kemenerian Keuangan Sarang Iblis, Kini Bupati Meranti Terjaring OTT KPK

Berdasarkan hasil survei, public trust atau kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung masih tetap tertinggi di antara lembaga penegak hukum lain.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved