Bupati Meranti Ditangkap

Pernah Buat Heboh Sebut Kemenerian Keuangan Sarang Iblis, Kini Bupati Meranti Terjaring OTT KPK

Muhammad Adil merasa kesal lantaran tak mendapat kejelasan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) yang semestinya diterima Kabupaten Kepulauan Meranti.

Editor: Rahimin
(ISTIMEWA via TribunPekanbaru.com)
Bupati Meranti, Muhammad Adil (kiri). 

TRIBUNJAMBI.COM - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil pernah membuat heboh belum lama ini.

Muhammad Adil menjadi sorotan publik saat menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) adalah sarang iblis.

Hal itu dikatakan Muhammad Adil saat menghadiri Rakornas Pengelolaan Pendapatan dan Belanjar Daerah se-Indonesia yang digelar di Pekanbaru pada 8 Desember 2022 lalu dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Ketika itu, Muhammad Adil melontarkan pernyataan pegawai Kemenkeu berisi iblis dan setan di hadapan Direktur Perimbangan Kemenkeu, Lucky Alfirman.

Pernyataan itu disampaikan karena Muhammad Adil merasa kesal lantaran tak mendapat kejelasan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) yang semestinya diterima Kabupaten Kepulauan Meranti.

Namun, Kamis (6/4/2023) malam Muhammad Adil dan puluhan pejabat Pemkab Meranti dan pihak swasta ditangkap KPK.

Muhammad Adil dan puluhan pejabat serta pihak swasta terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (21/12/2022). Muhammad Adil saat ini ditangkap KPK.
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (21/12/2022). Muhammad Adil saat ini ditangkap KPK. (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Penangkapan Muhammad Adil ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

"Benar, tadi malam (6/4) tim KPK berhasil lakukan tindakan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang sedang melakukan korupsi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau," katanya dikonfirmasi, Jumat (7/4/2023).

Tak hanya Muhammad Adil, beberapa pihak juga turut diamankan.

"Beberapa pihak sudah ditangkap di antaranya Bupati. Saat ini tim KPK masih bekerja. Kami kumpulkan bahan keterangan dari beberapa pihak," jelasnya.

Terkait kasus yang menjerat Muhammad Adil, Ali Fikri memastikan akan menyampaikan informasi selengkapnya.

"Setelahnya pasti kami sampaikan lengkap hasil kegiatan tersebut sebagai bagian keterbukaan informasi KPK kepada masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, Kepulauan Meranti termasuk wilayah penghasil minyak.

Seharusnya, kata Muhammad Adil saat itu, Kepulauan Meranti mendapat DBH dengan hitungan 100 dolar AS per barel.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved