Kisah Robin yang Lahir dari Kelurga Kristen, Memeluk Islam Hingga Menikahi Perempuan Muslim

Hidayah bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Seperti halnya yang dialami pria kelahiran Manado 1 Agustus 1969 ini.

Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Anas
Robin Apolonius Salem, seorang anggota polisi yang memutuskan menjadi mualaf. 

Setelah ia memeluk agama islam, masalah robin pun tidak kunjung selesai, tidak semudah yang dibayangkan, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat Robin merasa bingung sendiri, ia merasakan ketakutan, bingung dan pikiran menjadi kosong merasakan tekanan batin, khawatir apa yang dipikirkan sebelumnya akan terjadi.

Rasa ketakutan terus menghantui selama bertahun-tahun dan Robin pun tidak menyerah, ia terus belajar tentang islam serta belajar dengan siapa saja yang lebih mengerti islam. 

"Sehingga pada saat itu, mulailah saya belajar tentang islam dari membaca buku, seperti tata cara sholat dan yang lainnya, itu semua didapat dari buku, meskipun isteri saya seorang muslim namun saya tidak meminta untuk diajari melainkan belajar sendiri dengan membaca buku-buku tentang islam dan bertanya,”ujarnya Robin.
 
Akhirnya pada 2005, ia pindah tugas ke Aceh dan disanalah belajar lebih menekuni tasawuf atau thoriqoh qodiriyah naqsabandiyah selama satu tahun.

"Karena tasawuf ini belajar tenang hati, disitu lah saya mulai merasa tenang dan rasa takutpun hilang dengan sendirinya,”kata Robin. 

Menurut Robin, sejak kecil ia memang selalu didoktrin dan di Programkan untuk menjadi seorang Pastur karena ia merupakan keluarga besar bapaknya banyak sebagai pendeta dan dari pihak keluarga besar ibu banyak menjadi pastur.

Keturunan atau keluarga besar Pastur bahkan ada keluarga Robin yang menjadi Kardinal Gereja di Asia Pacific. 

Awal ia masuk islam, Robin dipaksa keluarga untuk kembali menganut agama nenek moyangnya, namun ia tetap menolak. 

"Jadi saya merupakan keturunan ulama besar, yang dihimpit dari ayah Pendeta dan ibu seorang Pastur, namun qodarullah, allah berkehendak lain," jelas Robin. 

"Hidayah itu sangatlah mahal, hidayah harus dipelihara dan dijaga dengan cara belajar agama lebih serius. Dan mualaf tidak boleh cengeng, harus rajin belajar sendiri jangan berharap dari orang lain,” pungkasnya.

Untuk mendalami Islam saat ini Robin sedang belajar menempuh pendidikan Program doktor ilmu syari'ah di UIN STS Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved