Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Keributan di Kampus UIN STS Jambi

Kasus Pengeroyokan di UIN, Polda Jambi Sebut Sudah Ada Laporan

Kasus pengeroyokan terhadap Bayu Muslimin, mahasiswa UIN STS Jambi, kini resmi dilaporkan ke Polda Jambi. Laporan tersebut dibuat Kamis.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nurlailis
Tribunjambi.com/ Rifani Halim
Kasus pengeroyokan terhadap Bayu Muslimin, mahasiswa UIN STS Jambi, kini resmi dilaporkan ke Polda Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kasus pengeroyokan terhadap Bayu Muslimin, mahasiswa UIN STS Jambi, kini resmi dilaporkan ke Polda Jambi.

Laporan tersebut dibuat Kamis (28/ 8/2025) dini hari , beberapa jam setelah peristiwa bentrokan antar organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Paur Penum Humas Polda Jambi, IPDA Maulauna saat dihubungi Tribun Jambi membenarkan adanya laporan dari mahasiswa tersebut.

Baca juga: Korban Pengeroyokan di UIN STS Jambi Lapor ke Polda, Minta Kasus Diusut Tuntas

“Benar ada melapor tadi malam ke polda. Baru naik ke meja Direktur Reserse Kriminal Umum,” singkat Maulana.

Sebelumnya, Bayu Muslimin menyebut selain dirinya, ada sekitar lima mahasiswa lain yang juga menjadi korban fisik, meski luka yang dialami tidak separah dirinya.

“Ada yang lecet di tangan, ada yang kena cakar. Tapi kalau dihitung, hampir semua di kerumunan itu kena dorong atau dipukul,” jelasnya.

Ia mengatakan sudah melakukan visum di Puskesmas Sungai Duren sebagai bukti laporan. 

“Harapan saya, polisi mengusut tuntas dan menegakkan keadilan setinggi-tingginya. Kalau dibiarkan, saya khawatir tahun depan kasus seperti ini terulang dengan korban yang lebih parah,” tegasnya.

Baca juga: HMI Tempuh Jalur Hukum Usai Insiden Pengeroyokan di PBAK UIN Jambi

Hingga Rabu pagi, Bayu Muslimin mengaku belum ada konfirmasi maupun itikad baik dari pihak kampus ataupun kelompok mahasiswa yang diduga melakukan penyerangan.

Ia meminta pihak kampus ikut bertanggung jawab menjaga kondusifitas agar peristiwa serupa tidak terulang.

Kejadian bermula saat kelompok mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dipimpin Bayu Muslimin hendak melakukan konvoi dengan mengibarkan bendera organisasi usai mendapatkan izin dari pihak rektorat. 

Sekitar pukul 17.15 WIB, konvoi yang dikawal keamanan kampus itu tiba-tiba dihalangi sekelompok mahasiswa lain.

“Saya diserang, kepala dipukul, lalu ditendang. Awalnya dua orang, tapi setelah itu saya dikejar dan dikeroyok lebih dari 10 orang. Kepala saya sampai terluka,” kata Bayu.

Akibat pengeroyokan tersebut, Bayu Muslimin terpaksa menyelamatkan diri dan mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Sungai Duren. 

Ia menegaskan aksi provokasi hingga berujung kekerasan itu terjadi meski sebelumnya sudah ada mediasi dengan pihak keamanan dan akademik kampus.

Update berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved