Pengemis Asal Indonesia Beraksi di Kuala Lumpur Malaysia, Hasilkan 100 Rnggit Per Hari
Seorang pengemis asal Indonesia beraksi Malasya dengan menghsilkan 100 ribu Ringgit Malasya per harinya.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Perempuan asal Indonesia itu terjaring dalam razia yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat.
Baca juga: Miliki Harta Setengah Miliar, Pengemis Ini Tobat dan Buka Usaha
Operasi ketertiban sosial ini dilaksanakan oleh Departemen Kesejahteraan Sosial (JKM) Malaysia untuk meredam maraknya aksi mengemis jelang ramadan.
Dikutip dari Kompas.com, operasi penertiban para pengemis ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan, Keluarga, dan Masyarakat Malaysia, Aiman Athirah Sabu.
Dia mengatakan, karena reputasi Kuala Lumpur sebagai pusat ekonomi, keuangan, dan bisnis di "Negeri Jiran", banyak orang pada akhirnya memilih mengemis di sana dan menghasilkan uang.
Dari 16 pengemis yang ditangkap, petugas JKM mendapati hanya ada enam orang yang merupakan warga Malaysia, sedangkan 10 pengemis lainnya adalah warga asing.
Belasan pengemis itu ditangkap di bawah Akta Orang-Orang Papa 1977 (Akta 183) yang berlaku di negara tersebut.
Dalam operasi tersebut, petugas JKM Malaysia juga mendapati pengemis tua yang diyakini menyamar sebagai penyandang tunanetra.
Menurut Sinar Harian, JKM melihatnya berkeliaran di sekitar Masjid India dengan tongkat dalam keadaan mencurigakan dan membuntutinya.
Setelah melihat petugas JKM, pria itu ternyata mulai berjalan pergi dengan cepat.
Baca juga: Sang Anak Langsung Pingsan Begitu Tahu Dapat Warisan Rp 17 Miliar, Padahal Ayahnya Jadi Pengemis
JKM menyatakan bahwa pengemis yang ditangkap akan direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke masyarakat setelah mereka mandiri.
Direktur Jenderal JKM Malaysia Norazman Othman menegaskan, operasi seperti itu akan lebih sering dilakukan.
“Operasi ini akan kami intensifkan secara rutin dan terpadu, tapi perlu persiapan yang lebih matang. Upaya ini akan terus dilakukan dari waktu ke waktu dan target operasi berikutnya adalah bulan Ramadhan,” ucap dia.
Sementara itu, JKM mengimbau masyarakat untuk mengecek apakah oknum organisasi yang meminta uang itu mendapat izin dari pihak yang berwenang sebelum memberikan donasi kepada mereka.
JKM juga mendorong anggota masyarakat untuk melaporkan kegiatan mengemis lainnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Asal Solo Dikabarkan Tergelincir ke Gua di Gunungkidul: Hendak Turun
Baca juga: Koperasi Akan Dibubarkan Jika Tidak RAT dan Miliki Badan Hukum
Baca juga: Pemerintah Sediakan Mudik Gratis Bagi 10 Ribu Penumpang dan 5 Ribu Motor, Ini Cara Dapatkannya
Baca juga: Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Utama Pembacokan Pelajar di Bogor: Jarang Pulang, Anak Broken Home
Artikel ini telah diolah dari TribunJogja.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20230326-Pengemis-asal-Indonesia-beraksi-di-Malasya.jpg)