Pengemis Asal Indonesia Beraksi di Kuala Lumpur Malaysia, Hasilkan 100 Rnggit Per Hari
Seorang pengemis asal Indonesia beraksi Malasya dengan menghsilkan 100 ribu Ringgit Malasya per harinya.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pengemis asal Indonesia beraksi Malasya dengan menghsilkan 100 Ringgit Malasya per harinya.
Ibu muda tersebut mengemis di Kota Kuala Lumpur.
Perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut mengemis sambil menggendong bayi merah.
Namun dia ditangkap saat mengumpulkan sedekah di Masjid Jamek Kampung Melayu.
Perempuan berusia 24 tahun tersebut ditangkap bersama 15 pengemis lainnya yang beroperasi di seputaran Kota Kuala Lumpur.
Dalam sehari, pengemis asal Indonesia tersebut bisa mendapatkan uang sekitar 100 ringgit Malaysia (sekitar Rp 340.000) per hari.
Dikutip dariSurat kabar Malaysia, Kosmo!, ketika ditangkap, pengemis asal Indonesia tersebut tengah menggendong bayi laki-laki berusia 17 hari yang lahir pada 14 Maret.
Baca juga: Biasa Ngemis Sambil Ngesot, Pengemis di Padang Lari Terbirit-birit saat Diamankan Satpol PP
Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Asal Solo Dikabarkan Tergelincir ke Gua di Gunungkidul: Hendak Turun
Perempuan itu ditangkap saat mengumpulkan sedekah di Masjid Jamek Kampung Melayu.
Kosmo! melaporkan, pengemis asal Indonesia tersebut mengaku sebenarnya telah dilarang oleh sang suami untuk mengemis.
Namun, dirinya tetap melakukannya untuk bisa memperoleh uang tambahan. Perempuan itu bercerita, dirinya bisa memperoleh uang hingga 100 ringgit Malaysia (sekitar Rp 340.000) per hari ketika mengemis.
Akan tetapi, dia mengatakan, setiap hari harus keluar uang 40 ringgit Malaysia per hari untuk membayar ongkos berangkat dan pulang dengan Grab.
“Saya dapat hampir 100 ringgit Malaysia sehari, tapi biaya transportasi ke sini (Masjid Jamek) dan pulang sampai 40 ringit Malaysia. Saya tidak suka duduk di rumah, suami saya tidak membiarkan saya mengemis, tapi saya melakukannya untuk mendapatkan lebih banyak uang," katanya.
Perempuan itu mengaku, dirinya masuk ke Malaysia secara ilegal pada 2019.
Sebelumnya, dia pernah dipulangkan ke Indonesia pada 2018 setelah ditahan oleh petugas imigrasi di sekitar Kuala Lumpur.
Namun sepak terjangnya menjadi pengemis di Kota Kuala Lumpur harus berakhir pada Selasa (21/3/2023) kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20230326-Pengemis-asal-Indonesia-beraksi-di-Malasya.jpg)