Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pengemis Asal Indonesia Beraksi di Kuala Lumpur Malaysia, Hasilkan 100 Rnggit Per Hari

Seorang pengemis asal Indonesia beraksi Malasya dengan menghsilkan 100 ribu Ringgit Malasya per harinya.

|
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Seorang pengemis asal Indonesia beraksi Malasya dengan menghsilkan 100 ribu Ringgit Malaysia per harinya. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pengemis asal Indonesia beraksi Malasya dengan menghsilkan 100 Ringgit Malasya per harinya.

Ibu muda tersebut mengemis di Kota Kuala Lumpur.

Perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut mengemis sambil menggendong bayi merah.

Namun dia ditangkap saat mengumpulkan sedekah di Masjid Jamek Kampung Melayu.

Perempuan berusia 24 tahun tersebut ditangkap bersama 15 pengemis lainnya yang beroperasi di seputaran Kota Kuala Lumpur.

Dalam sehari, pengemis asal Indonesia tersebut bisa mendapatkan uang sekitar 100 ringgit Malaysia (sekitar Rp 340.000) per hari.

Dikutip dariSurat kabar Malaysia, Kosmo!, ketika ditangkap, pengemis asal Indonesia tersebut tengah menggendong bayi laki-laki berusia 17 hari yang lahir pada 14 Maret.

Baca juga: Biasa Ngemis Sambil Ngesot, Pengemis di Padang Lari Terbirit-birit saat Diamankan Satpol PP

Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Asal Solo Dikabarkan Tergelincir ke Gua di Gunungkidul: Hendak Turun

Perempuan itu ditangkap saat mengumpulkan sedekah di Masjid Jamek Kampung Melayu.

Kosmo! melaporkan, pengemis asal Indonesia tersebut mengaku sebenarnya telah dilarang oleh sang suami untuk mengemis.

Namun, dirinya tetap melakukannya untuk bisa memperoleh uang tambahan. Perempuan itu bercerita, dirinya bisa memperoleh uang hingga 100 ringgit Malaysia (sekitar Rp 340.000) per hari ketika mengemis.

Akan tetapi, dia mengatakan, setiap hari harus keluar uang 40 ringgit Malaysia per hari untuk membayar ongkos berangkat dan pulang dengan Grab.

“Saya dapat hampir 100 ringgit Malaysia sehari, tapi biaya transportasi ke sini (Masjid Jamek) dan pulang sampai 40 ringit Malaysia. Saya tidak suka duduk di rumah, suami saya tidak membiarkan saya mengemis, tapi saya melakukannya untuk mendapatkan lebih banyak uang," katanya.

Perempuan itu mengaku, dirinya masuk ke Malaysia secara ilegal pada 2019.

Sebelumnya, dia pernah dipulangkan ke Indonesia pada 2018 setelah ditahan oleh petugas imigrasi di sekitar Kuala Lumpur.

Namun sepak terjangnya menjadi pengemis di Kota Kuala Lumpur harus berakhir pada Selasa (21/3/2023) kemarin.

Perempuan asal Indonesia itu terjaring dalam razia yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat.

Baca juga: Miliki Harta Setengah Miliar, Pengemis Ini Tobat dan Buka Usaha

Operasi ketertiban sosial ini dilaksanakan oleh Departemen Kesejahteraan Sosial (JKM) Malaysia untuk meredam maraknya aksi mengemis jelang ramadan.

Dikutip dari Kompas.com, operasi penertiban para pengemis ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan, Keluarga, dan Masyarakat Malaysia, Aiman Athirah Sabu.

Dia mengatakan, karena reputasi Kuala Lumpur sebagai pusat ekonomi, keuangan, dan bisnis di "Negeri Jiran", banyak orang pada akhirnya memilih mengemis di sana dan menghasilkan uang.

Dari 16 pengemis yang ditangkap, petugas JKM mendapati hanya ada enam orang yang merupakan warga Malaysia, sedangkan 10 pengemis lainnya adalah warga asing.

Belasan pengemis itu ditangkap di bawah Akta Orang-Orang Papa 1977 (Akta 183) yang berlaku di negara tersebut.

Dalam operasi tersebut, petugas JKM Malaysia juga mendapati pengemis tua yang diyakini menyamar sebagai penyandang tunanetra.

Menurut Sinar Harian, JKM melihatnya berkeliaran di sekitar Masjid India dengan tongkat dalam keadaan mencurigakan dan membuntutinya.

Setelah melihat petugas JKM, pria itu ternyata mulai berjalan pergi dengan cepat.

Baca juga: Sang Anak Langsung Pingsan Begitu Tahu Dapat Warisan Rp 17 Miliar, Padahal Ayahnya Jadi Pengemis

JKM menyatakan bahwa pengemis yang ditangkap akan direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke masyarakat setelah mereka mandiri.

Direktur Jenderal JKM Malaysia Norazman Othman menegaskan, operasi seperti itu akan lebih sering dilakukan.

“Operasi ini akan kami intensifkan secara rutin dan terpadu, tapi perlu persiapan yang lebih matang. Upaya ini akan terus dilakukan dari waktu ke waktu dan target operasi berikutnya adalah bulan Ramadhan,” ucap dia.

Sementara itu, JKM mengimbau masyarakat untuk mengecek apakah oknum organisasi yang meminta uang itu mendapat izin dari pihak yang berwenang sebelum memberikan donasi kepada mereka.

JKM juga mendorong anggota masyarakat untuk melaporkan kegiatan mengemis lainnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Asal Solo Dikabarkan Tergelincir ke Gua di Gunungkidul: Hendak Turun

Baca juga: Koperasi Akan Dibubarkan Jika Tidak RAT dan Miliki Badan Hukum

Baca juga: Pemerintah Sediakan Mudik Gratis Bagi 10 Ribu Penumpang dan 5 Ribu Motor, Ini Cara Dapatkannya

Baca juga: Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Utama Pembacokan Pelajar di Bogor: Jarang Pulang, Anak Broken Home

Artikel ini telah diolah dari TribunJogja.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved