DPRD Provinsi Jambi
Ivan Wirata Tinjau Proyek Multiyears di Muarojambi, Sarankan PU Kerjakan Titik Kritis Lebih Awal
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi tinjau pengerjaan proyek Multiyears di Kecamatan Kumpe Ulu dan Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI-Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi tinjau pengerjaan proyek Multiyears di Kecamatan Kumpe Ulu dan Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi.
Dirinya turun kelokasi didampingi pihak PPTK Dinas PUPR Provinsi Jambi dan pihak kontraktor hingga para kepala Desa di dua Kecamatan Kumpe Ulu dan Kumpe Ilir.
Dari peninjauan, Ivan Wirata mengatakan terhadap ruas jalan yang akan dikerjakan melalui proyek multiyears masih ada beberapa titik ruas jalan masih mengalami kerusakan berat dan kritis dan segera dikerjakan.
Dalam hitungan nya saat turun kelokasi cukup banyak titik yang menjadi kritis dan segera dikerjakan. Seperti di Desa Sumber Jaya terdapat 3 titik, Desa Teluk Raya 1 titik, Desa Pemunduran 4 titik, Desa Puding 3 titik, Desa Pulau Mentaro 7 titik paling besar. terakhir Desa Betung 5 titik.
"Kondisi jalan yang kritis dan berlubang besar agar dilakukan pekerjaan rigit beton, kemudian tim survei akan hitung ulang berapa vulomenya, dan sudah dikomunikasikan seluruh kades desa tersebut. Bersepakat untuk dilakukan pengerjaan terhadap titik-titik kritis terlebih dahulu," kata Ivan Wirata.
Bahkan Ivan Wirata juga sudah menanyakan kepada pihak PPTK, terhadap titik yang mengalami kerusakan yang cukup parah itu akan dikerjakan sesuai kontrak pada tahun 2024. Sementara kontrak di di tahun 2023 hanya 45 persen untuk terserap.
"Aturannya titik yang kritis itu dikerjakan di tahun 2024, makanya kita ambil langkah supaya dikerjaan terlebih dahulu terhadap titik yang kritis. Supaya ada informasi kepada masyarakat jangan seakan-akan pandangan multiyears tidak mengerjakan. Untuk itu secara gambaran sudah disepakati bersama para Kepala Desa, akan ditangani dulu secara rigit beton. Pihak kontraktor juga minta dukungan dari PUPR supaya apa yang dikerjakan bisa dibayar," ujarnya.
Ada juga menjadi kendala baik pihak PU dan kontraktor adalah jalan tersebut dilewati mobil bertonase besar. Dengan forum kepala desa di kecamatan Kumpe Ulu dan Kumpe Ilir sepakat melarang sementara mobil beban besar untuk melintasi jalan tersebut.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pasar di Tebo Terendam Banjir, Pedagang Dirikan Tempat Darurat
Baca juga: Cari Korban Acak, Pria di Kota Jambi Pamer Alat Kelaminnya di Depan Remaja Putri
Baca juga: Sinopsis Takdir Cinta Yang Kupilih 16 Maret 2023, Tammy Mengakui Ben Sebagai Pasangannya
Pansus II DPRD Provinsi Jambi Usulkan Penghapusan Tunggakan Pajak dan Denda Tahun 2024 ke Belakang |
![]() |
---|
Akhiri Masa Reses, Edi Purwanto Serahkan Bus Sekolah untuk Ponpes Al Fattah Sarolangun |
![]() |
---|
Ketua DPRD Provinsi Jambi Soroti Maraknya Judi Online di Kalangan ASN dan Remaja |
![]() |
---|
Pasokan LPG 3 Kg Naik 4 Persen Malah Langka, DPRD Jambi Minta Pertamina Cek Agen dan Pengecer |
![]() |
---|
Jelang Mudik Lebaran, Wakil Ketua DPRD Jambi Tinjau Jalan Rusak di Bahar Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.