Respon Tak Terduga Orangtua Korban Pembacokan di Simpang Pomad Saat 2 Pelaku Ditangkap Polisi

Orangtua pelajar korban pembacokan di Simpang Pomad, Bogor, Jawa Barat memberikan tanggapan atas diamankannya dua terduga pelaku.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kolase Tribun Jambi
Dua terduga pelaku pembacokan siswa SMK Bogor ditangkap polisi 

"Disampaikan jangan dendam. Saya dan pak RT juga bicarakan tidak ada pihak dendam. Jangan sampai terjadi penyerangan ke yang lain. Itu sudah diredam sama RT dan warga sini," tambahnya.

Dirinya pun menegaskan, pihak keluarha sudah menyerahkan semuanya kepada polisi untuk mengusut tuntas.

Baca juga: Status PNS Nurkholis, Mantan KPU Tanjabtim yang Divonis 4 Tahun Penjara, Segera Dicopot Pemkab

"Kita sudah menyerahkan semuanya ke polisi. Yang penting diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya," bebernya.

Berbakti pada orangtua

Sementara itu, AS dikenal merupakan sosok yang tak memiliki banyak masalah.

AS justru dinilai sebagai sosok pribadi yang berbakti kepada orang tuanya.

Pelajar yang duduk di bangku sekolah kelas 10 itu memiliki cita-cita menjadi seorang insinyur ketika besar nanti.

Maka ketika hendak masuk sekolah ia memilih sekolah di SMK Bina Warga 1 atas keinginannya sendiri.

"Sekolah emang pilihan dia, sebenernya dia pengen jadi insinyur, arsiteklah, kali saya terserah dia aja, akhirnya dia ngambil teknik," ujar orang tua angkat korban, Rujai kepada wartawan, Sabtu (11/3/2023).

Selain itu, ketika sukses nanti, AS berkeinginan untuk membahagiakan orang tua angkatnya dengan merenovasi rumah.

Yang mana rumah tersebut merupakan tempat yang selama ini ditinggalinya bersama orang tua angkatnya.

"Bahkan sebenernya dia pengennya membangun rumah ini, kata dia kalau dede kerja nanti, nanti dede yang cari uang dede yang bangun ini," ungkapnya.

Bak nasi telah menjadi bubur, kini semua cita-cita dan harapan korban telah sirna akibat kebringasan orang tak bertanggung jawab pada Jumat yang kelabu itu.

Baca juga: Pelaku Pembacokan Pelajar di Bogor Hingga Tewas Masih Misterius, Polisi Periksa 9 Saksi

Ruja'i pun kini hanya bisa menitihkan air mata meratapi kepergian putra sambungnya yang dibesarkannya saat AS berusia tiga bulan.

2 dari 3 Terduga Pelaku Diamankan di Luar Bogor

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved