Roy Marten Kaget Namanya Masuk dalam Tambang Batubara Jambi, Sempat Ingin Beli Saham Tapi Tak Jadi

Roy Marten mengaku terkejut saat mengetahui namanya masuk dalam aktivitas tambang illegal di Provinsi Jambi. Padahalnya tidak jadi beli saham

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
ist
Kuasa Hukum, Roy Marten dan pemilik PT BBI 

TRIBUNJAMBI.COM - Roy Marten mengaku terkejut saat mengetahui namanya masuk dalam daftar pengusaha tambang batubara di Provinsi Jambi.

Terkejutnya ayah Gading Marten tersebut dikahui saat melakukan jumpat pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (7/2/2023) lalu.

Saat itu, Roy memberikan klarifikasi terkait tudingan keterlibatannya dalam aktivitas tambang batubara di Jambi.

Dia mengaku terkejut saat mendapatkan informasi namanya masuk dalam aktivitas tambang illegal di provinsi dalam Pulau Sumatera itu.

Roy Marten mengaku awalnya hanya ingin menginvestasikan sebagian uangnya ke saham PT Bumi Borneo Inti (BBI) milik sahabatnya.

PT BBI tersebut merupakan milik Herman Trisna.

Keinginannya berinvestasi saham tersebut dengan mengajak aktor lainnya bernama Dwi Yan.

Namun, Roy Marten dikagetkan dengan tuduhan miring yang menyebut dirinya melakukan illegal mining atau penambangan ilegal.

Baca juga: Jawaban Roy Marten Atas Tudingan Keterlibatannya di Tambang Batubara Jambi

"Jadi sejauh itu yang kita tahu karena kita juga ke lapangan, terjadi kebingungan masyarakat Jambi bahwa mereka tahunya yang punya pak Herman, tapi sekarang punya si Deniel Candra (DC)," kata Roy Marten, Selasa (7/2/2023).

"Yang mengagetkan lagi saya dilibatkan di sini bahwa saya termasuk illegal mining. Garis besarnya kayak gitu," sambungnya.

Mengetahui nama perusahaan tersebut tidak lagi milik sang sahabat, Roy dan Dwi Yan membatalkan niatnya itu.

Bahkan keduanya beserta Herman Trisna baru mengetahui jika kepemilikan saham perusahaan tambang Batubara ini sudah berganti nama sejak 2021.

"Jadi ketika ketemu 2021 ada beberapa urusan kerjasama. Karena saya tahu beliau (Herman Trisna-red) punya tambang di Jambi, kita tanyakan, ‘boleh nggak saya dengan Dwi Yan beli sebagian saham?’, 'ayo', jadi lah kesepakatan kita," ungkap Roy Marten.

"Terus kita ke notaris saya dan Dwi Yan mau masuk ke dalam perusahaan tersebut, BBI namanya. Ternyata yang mengangetkan BBI sudah bukan punya Pak Herman," sambungnya.

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved