Sidang Ferdy Sambo

Dituduh Pakai Pengacara yang Sama dengan Ricky Rizal dan Kuat Maruf, Kubu Sambo: Tak Dilarang

Pihak Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat jawab tudingan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kuasa hukum yang digunakan

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
KOMPAS TV
Ekspresi Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, saat JPU membacakan keterangan Sartini, di PN Jakarta Selatan, Kamis (29/12/2022) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat jawab tudingan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kuasa hukum yang digunakan.

Jaksa menunding bahwa terdakwa Ricky Rizal, Kuat Maruf menggunakan kuasa hukum yang sama dengan mantan Kadiv Propam.

Menyebutkan bahwa meskipun penggunaan kuasa hukum tersebut benar adanya tidak menjadi larangan.

"Dalil ketiga penuntut umum menerangkan bahwa penasihat hukum terdakwa Ferdy Sambo, saksi Ricky Rizal dan Kuat Maruf adalah penasihat hukum yang sama dan memiliki satu pemikiran yang sama sehingga tidak bisa diakui kebenarannya dan patut dikesampingkan," kata penasihat hukum di persidangan, Selasa (31/1/2023).

Kemudian dikatakan penasihat hukum dalil tersebut tidak sesuai dengan fakta persidangan, keliru serta absurd sehingga patut diabaikan.

"Dalil tersebut jelas runtuh dengan sendirinya sebab sebagaimana yang telah kami sampaikan di awal duplik ini semua tim penasihat hukum telah menyerahkan dan perlihatkan surat kuasa di muka persidangan," lanjut penasihat hukum.

"Sehingga kesimpulan bentuk umum bahwa penasihat hukum terdakwa Ferdy Sambo adalah sama dengan penasihat hukum Ricky Rizal dan Kuat Maruf adalah keliru dan menunjukkan ketidak jernihan penuntut umum dalam menganalisa perkara ini sejak awal," sambungnya.

Kemudian dikatakan jikapun benar Ferdy Sambo gunakan penasihat hukum yang sama seperti terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf hal itu bukanlah masalah.

Baca juga: Jaksa Sebut Motif Penembakan Brigadir Yosua Tak Terungkap Lantaran Ketidakjujuran Putri Candrawati

"Jikapun benar penasehat hukum yang sama padahal tidak, maka hal tersebut juga tidak dilarang oleh ketentuan manapun bagi terdakwa Ferdy sambo untuk dapat memilih penasehat hukumnya," kata penasihat hukum.

"Justru yang dilarang adalah ketika terdakwa Ferdy Sambo tidak didampingi oleh penasehat hukum. Lebih lanjut perlu dipahami hal yang sangat mendasar merupakan hak asasi setiap terdakwa termasuk terdakwa Ferdy sambo untuk didampingi oleh penasehat hukum," sambungnya.

Penasihat hukum melanjutkan terdakwa Ferdy sambo berhak dan bebas memilih penasehat hukum yang terdakwa percayai.

"Kegagalan penuntut umum dalam membuktikan suatu dalil tentunya tidak patut mengalihkan tanggung jawab dan kesalahannya kepada penasihat hukum yang telah dipilih oleh terdakwa Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya," tutup penasihat hukum.

Adapun sebelumnya dalam persidangan penasihat hukum Ferdy Sambo klaim bahwa jaksa penuntut umum gagal buktikan mantan Kadiv Propam Polri tersebut tembak Joshua alias Brigadir Yosua di Duren Tiga.

"Penuntut umum gagal buktikan terdakwa Ferdy Sambo melakukan penembakan kepada korban. Penuntut umum dalam repliknya pada pokoknya menyampaikan Ferdy Sambo tidak profesional, tidak berpikir konstruktif, logika berpikirnya terkalahkan oleh emosi yang mencoba mengaburkan fakta hukum," kata penasihat hukum di persidangan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved