Berkas Perkara Belum Rampung, Dosen Unja yang Aniaya Mahasiswa Masih Ditahan di Polda Jambi

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi masih terus melengkapi berkas perkara tersangka ini.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
Tribunjambi.com/Aryo Tondang
David Ikroni oknum dosen Universitas Jambi yang aniaya mahasiswa disabilitas dihadirkan saat konferensi pers di Polda Jambi, Jumat (23/12/2022) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga saat ini, David Ikroni Dosen Universitas Jambi tersangka penganiayaa Artur Widodo mahasiswa difabel masih mendekam di balik jeruji besi Mapolda Jambi.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi masih terus melengkapi berkas perkara tersangka ini.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jambi Kompol Mas Edy mengatakan, berkas perkara tersangka belum rampung atau masih P21.

"Kemarin kita baru terima P19 dari JPU, jadi kita mau lengkapi dulu P19 baru kita kirim kembali berkasnya," katanya, Kamis (19/1/2023).

Seperti diketahui, David Iqroni terancam dikenakan pasal berlapis atas kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswa disabilitas UNJA fakultas Porkes bernama Artur Widodo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Jambi, AKBP Trisaksono Puspo Aji.

"Terkait pengancaman masih diselidiki," ujarnya belum lama ini. 

Selain itu, kata Trisaksono, guna memastikan terkait pengancaman tersebut pihaknya perlu periksa ahli bahasa. 

"Kita perlu periksa ahli bahasa terkait kata-kata baik via Whatsapp maupun verbal," katanya. 

"Apabila locus tempusnya (waktu dan tempat, red) sama dan satu rangkaian peristiwa, bisa dikenakan pasal berlapis. Namun, apabila locus dan tempusnya berbeda, korban bisa melaporkan kembali," terangnya.

David Iqroni dimunculkan ke publik setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum pada Kamis (22/12/2022) malam.

Ia dimunculkan ke publik dengan mengenakan rompi orange saat Polda Jambi melakukan konferensi pers di Loby Gedung Lama Mapolda Jambi, Jumat (23/12/2022) terkait kasus penganiayaan yang dilakukannya.

Untuk kronologis kejadian, kata Trisaksono, pada 16 Desember 2022 lalu, Arthur Widodo saat itu menemui tersangka.

Korban meminta arahan terhadap pelaku terkait akan mengikuti lomba silat masional di Palembang. 

Kemungkinan ada kesalahpahaman terhadap pelaku dan korban, sehingga korban bernama Artur Widodo dipukul oleh pelaku (DI).

Baca berita terbaru  Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kasus Penganiayaan Mahasiswa Disabilitas oleh Dosen Universitas Jambi Berakhir Damai

Baca juga: Dosen Penganiaya Mahasiswa Disabilitas Terancam Pasal Berlapis? Ini Kata Wadirreskrimum Polda Jambi

Baca juga: Polda Jambi Pastikan Kasus Dosen Universitas Jambi Aniaya Mahasiswa Difabel Lanjut: Sudah Tahap 1

Sumber: Tribun Jambi
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved