Berita Merangin

Jika Thamrin Aktif Lagi Jadi Kades Nalo Baru, Dinas PMD Merangin Sebut akan Awasi Ketat

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Merangin, mengaku tidak khawatir jika Thamrin yang merupakan terpidana kasus ilegal logging, kembal

Penulis: Solehan | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Solehan Syaf
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Merangin, Andre 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Merangin, mengaku tidak khawatir jika Thamrin yang merupakan terpidana kasus ilegal logging, kembali aktif menjadi Kepala Desa Nalo Baru usai menjalani hukuman 8 bulan penjara.

Terlebih, Pemerintah Desa akan mengelola anggaran yang cukup besar, berkisar ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Merangin, Andre mengaku pihaknya memiliki pembinaan dan pengawasan yang cukup ketat.

"Tugas kami adalah pembinaan, begitu juga camat, selain itu juga ada BPD dan masyarakat yang juga bisa mengawasi," kata Andre, Rabu (18/1/2023).

Andre berharap, dengan pengawasan yang ada, hal yang dikhawatirkan tidak akan terjadi.

"Tentunya pengawasan akan menjadi prioritas, karena tingkat resikonya menjadi memungkinkan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Nalo Baru Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin, Thamrin saat ini sedang menjalani hukuman penjara di Lapas Bangko.

Thamrin resmi menjadi terpidana, usai Pengadilan Negeri Bangko, menjatuhkan vonis 8 bulan penjara dan denda Rp250 juta subsidair 1 bulan kurungan, beberapa waktu lalu.

Meski sudah menjadi terpidana, status Thamrin sebagai Kepala Desa Nalo Baru belum dilakukan pemberhentian.

Hal ini diakui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Merangin, Andre yang menyebut, bahwa pihaknya memang belum memberhentikan Thamrin sebagai Kepala Desa Nalo Baru.

"Adapun alasan Thamrin belum diberhentikan sebagai Kepala Desa Nalo Baru, adalah Permendagri nomor 66 tahun 2017 terkait mekanisme pemberhentian kepala desa yang tersangkut pidana," kata Andre, Rabu (18/1/2023).

Dalam Permendagri tersebut, Andre menjelaskan bahwa ancaman pasal yang dijerat kepada Thamrin tidak mencapai 5 tahun penjara.

"Bahkan vonis nya hanya 8 bulan penjara, sehingga kami tidak bisa semerta-merta memberhentikan Thamrin," jelasnya.

Namun lanjut Andre, bahwa pihaknya saat sedang mengumpulkan pertimbangan untuk diserahkan kepada Bupati Merangin selaku Kepala Daerah.

"Keputusannya tergantung Bupati, apakah Thamrin akan diberhentikan atau hanya akan dilakukan pembinaan," pungkasnya.

Baca juga: Reaksi Krisjiana Baharuddin Pertama Kali Bertemu Natasha Wilona: Kayak Cewek Pintar, Ternyata Benar

Baca juga: Pekerja PT LAJ Tebo Minta Perusahaan Pikirkan Keselamatan Bekerja

Baca juga: Atasi Miskin Ekstrem, Pemkot Jambi Lakukan Bedah Rumah di Kelurahan Talang Bakung

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved