Oknum Penyidik Satresnarkoba Dimutasi ke Yanma Polda Jambi, Diduga Gelapkan Uang Rp 18 Juta

Oknum penyidik Satresnarkoba Polres Tebo, Aipda V, yang diduga menggelapkan uang saat terjadi penangkapan pengguna narkoba dimutasi ke Polda Jambi.

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi-Polisi. 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARATEBO- Oknum penyidik Satresnarkoba Polres Tebo, Aipda V, yang diduga menggelapkan uang sekitar Rp18 juta saat terjadi penangkapan pengguna narkoba di Kabupaten Tebo dimutasi sebagai Bintara Yanma Polda Jambi.

Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasikan Selasa (17/1/2023) membenarkan adanya anggota Satresnarkoba dimutasi ke Polda Jambi.

"Benar 1 orang dimutasi ke Polda Jambi dalam rangka pemeriksaan," ungkap dia.

Kemudian Tribunjambi mencoba menayakan sejauh mana perkembangan proses pemeriksaan dirinya menyebut diambil alih oleh Polda Jambi.

"Sementara masih dalam proses pemeriksaan," terang dia. 

Diberitakan sebelumnya, Zainal Abidin, petani sawit di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, bersama kuasa hukumnya Sri Hayani melaporkan  oknum anggota Satresnarkoba Polres Tebo ke Propam Polda Jambi, Rabu (11/1/2023) sore.

Baca juga: Petani di Tebo Laporkan Oknum Polres Tebo ke Polda Jambi Gegara Uang Hasil Panen Sawit Raib

Zainal Abidin, melaporkan dua oknum polisi, karena diduga menggelapkan uang Rp18 juta hasil penjualan panen kebun sawit miliknya.

Penggelapan itu, diduga terjadi saat Satresnarkoba Polres Tebo melakukan penggerbekan dan pengamanan anggota Satres Narkoba Polres Tebo pada Oktober 2022 lalu di Desa Punti Kalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Saat itu, polisi mengamankan anak Zainal di sebuah perkebunan atas kasus narkoba. Polisi kemudian membawa tersangka ke rumahnya, kemudian dilakukan penggeledahan.

"Jadi uang Rp18 juta itu dibawa polisi sebagai barang bukti, padahal pengakuan klien saya itu uang hasil panen sawitnya," kata  Sri Hayani, saat mendampingi Zainal melapor ke Polda Jambi.

Sri Haryani menjelaskan, setelah kejadian ini, polisi sempat mengembalikan uang senilai Rp3 juta.

"Nah, kalau itu uang yang Rp18 juta barang bukti, kenapa Rp3 juta dikembalikan," katanya.

Baca juga: Kasus Polisi Jadikan Uang Hasil Panen Sawit Petani Sebagai BB Narkoba, Ini Kata Kapolda Jambi

Sementara itu, Zainal Abidin, menceritakan, diduga oknum Satres Narkoba Polres Tebo pada saat penggerbekan mengamankan uang senilai Rp 18 juta dari terduga penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, uang Rp 18 juta bukan merupakan hasil dari penjualan narkoba oleh anaknya, melainkan hasil panen sawit.

Ia juga menyampaikan, hingga saat ini uang Rp 18 juta tersebut belum dikembalikan oleh oknum anggota Satres Narkoba. 

Ia sudah berulang kali datang ke Polres Tebo untuk menanyakan uang tersebut, namun tidak ditanggapi oleh personil Satres Narkoba.

Diakuinya, ada personil Satres Narkoba datang ke rumah untuk mengembali kan uang senilai Rp 3 juta namun ditolak.

Menurutnya, uang hasil panen sawit berjumlah Rp 18 juta, bukan Rp 3 juta. 

Ikuti berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved