120 Ternak Mati, Permintaan Vaksin Penyakit Ngorok di Merangin Masih Rendah

Dinas Pertenakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Merangin, mengakui permintaan vaksinasi kerbau dari masyakarat sangat rendah.

Penulis: Solehan | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Sopianto
Ilustrasi ternak mati terserang penyakit septicaemia epizootica. 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Dinas Pertenakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Merangin, mengakui permintaan vaksinasi kerbau dari masyakarat sangat rendah.

Berbeda dengan vaksinasi Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK), yang permintaannya sangat tinggi.

Kepala Bidang Pertenakan Disnakbun Kabupaten Merangin, Agus Salim mengatakan, untuk melakukan vaksinasi kerbau agar terhindar dari Septicaemia Epizootica (SE), atau penyakit ngorok, pihaknya menunggu memang menunggu permintaan dari masyakarat.

"Karena jika kita langsung datang ke pemukiman padat ternak, terkadang banyak yang tidak mau kerbaunya divaksin, padahal sudah banyak kerbau yang mati diduga penyakit ngorok," kata Agus, Minggu (11/12/2022).

Sedangkan untuk vaksinasi PMK, permintaannya sangat tinggi, terlebih memang pihaknya memiliki target.

Baca juga: Hampir 50 Ternak di Sarolangun Terjangkit Penyakit Ngorok, Sebagian Mati

Sebelumnya, 120 kerbau di Kecamatan Tabir dan Tabir Ulu Kabupaten Merangin, mati mendadak diduga akibat terjangkit Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok.

"70 kerbau mati mendadak di Kecamatan Tabir, dan 50 lainnya di Kecamatan Tabir Ulu. Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga akibat penyakit SE atau ngorok," kata Agus.

Untuk mencegah bertambahnya kerbau yang mati akibat penyakit ngorok, Agus menyebut, pihaknya gencar melakukan vaksinasi di dua kecamatan tersebut.

"Untuk kerbau satu kali menjalani vaksinasi dalam setahun," lanjutnya.

Menurut Agus, penyebab ratusan kerbau mati diduga terjangkit penyakit ngorok, akibat dari budaya masyakarat yang tidak menginginkan kerbau nya menjalani vaksinasi, dengan alasan sudah dalam keadaan sehat.

Baca juga: Ratusan Kerbau di Provinsi Jambi Terinfeksi Penyakit Ngorok, Dinas TPHP Sarankan Disembelih

"Vaksinasi terhadap kerbau itu sama dengan sedia payung sebelum hujan. Artinya, dari awal sudah mengingatkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi terhadap kerbau, namun ditolak," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Solehan)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved