Berita Jambi

Peringati Hari HAM Internasional, Sejumlah Organisasi Gelar Seminar di Kantor Gubernur Jambi

Memperingati hari HAM Internasional, sejumlah organisasi gelar seminar nasional di ruang pola kantor Gubernur Jambi.

Ist
Peringati Hari HAM Internasional, Sejumlah Organisasi Gelar Seminar di Kantor Gubernur Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam rangka memperingati hari HAM Internasional, sejumlah organisasi gelar seminar nasional dengan tema merawat moderasi beragama dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM), Bertempat di ruang pola kantor Gubernur Jambi.

Sejumlah organisasi itu terdiri dari Gusdurian Jambi, Huria Kristen Indonesia (HKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jambi dan Komite Nasional Lutheran World Federation Indonesia (KNLWF).

Ephorus HKI Pdt. Firman Sibarani mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun harmoni keberagaman dalam berbangsa.

"Agar adanya harmoni kehidupan masyarakat khususnya antar umat bergama di Kota Jambi ini, dan berdampak ke kota lain," ujarnya, Rabu (7/12).

Menurutnya pemenuhan hak beragama erat kaitannya dengan HAM. Dia pun berharap agar semua umat beragama saling menghargai dan merawat keberagaman. Hal itu diyakini bahwa semua ajaran agama mengajarkan akan hal itu.

Sementara itu, Koordinator Gusdurian Jambi Defripal Rahman menyebut kegiatan yang telah diselenggarakan itu dapat membangkitkan semangat persatuan.

"Dan ini sangat luar biasa dalam menghadapi tantangan kedepannya baik itu isu agama, suku dan lainnya yang membuat kita terpecah belah," sebutnya.

Terpisah, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Cabang Jambi Juan Ambarita menegaskan agar tidak terjadi lagi penyegelan terhadap rumah ibadah di Provinsi Jambi.

Menurutnya dalam perspektif HAM tidak ada istilah masyarakat minoritas dan mayoritas.

"Semuanya kita sama, kita berharap kedepannya melalui seminar nasional ini, ada semangat persatuan yang tidak dapat dipecah oleh siapa pun di Provinsi Jambi ini khususnya," kata Juan.

Terakhir, Direktur KNLWF Pdt. Dedi Pardosi menyinggung Deklarasi Universal HAM (DUHAM) yang menyoroti, pengakuan akan martabat yang melekat dan hak-hak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semua manusia sebagai dasar dari kebebasan, keadilan dan perdamaian di dunia.

”Dan salah satu harapan besar kami, dan juga harapan dari seluruh penggiatan Hak Asasi Manusia di seluruh dunia bahwa, perlunya meningkatkan pengetahuan
dan pemahaman tentang DUHAM sebagai cetak biru, dan dasar pengambilan kebijakan dan tindakan nyata untuk membela hak asasi manusia dan mengatasi masalah-masalah kemanudian yang mendesak saat ini," katanya.

Menurutnya moderasi beragama sebagai praktek keberagamaan dan sosial-kultural di Indonesia, bukanlah hal baru. Di setiap agama, diyakininya mengajarkan nilai-nilai saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

"Para founding fathers kita, sejak awal telah pula meramu dan merumuskan nilai-nilai dasar ini sebagai fondasi, falsafah hidup, serta filosofi dalam menjalani kehidupan kita yang beragam," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Nama Mantan Wakil Bupati Tebo Dicatut Sebagai Relawan Anies Presiden 2024

Baca juga: Temuan BPK di RSUD Kuala Tungkal Capai Rp 1,8 Miliar, Terbanyak Pengadaan Obat

Baca juga: Dinas Pendidikan Muaro Jambi Deklarasi Kawasan Bebas Asap Rokok di Lingkungan Sekolah

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved