Berita Tanjabbar

Temuan BPK di RSUD Kuala Tungkal Capai Rp 1,8 Miliar, Terbanyak Pengadaan Obat

BPK RI Perwakilan Jambi mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Pengelolaan Pendapatan dan Belanja RSUD K.H. Daud Arif Kabupaten Tanjun

Ist
penyerahan LHP DTT di ruang akustik kantor BPK Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - BPK RI Perwakilan Jambi mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Pengelolaan Pendapatan dan Belanja RSUD K.H. Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Tahun Anggaran 2022 ditemukan kerugian sekitar Rp. 1,8 miliar terbanyak dari pengadaan obat.

Pemeriksaan dilakukan dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK menemukan beberapa permasalahan diantaranya:

1. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja Operasional BLUD tidak sesuai ketentuan;

2. Pengelolaan dan penatausahaan Pendapatan dari Pelayanan Pasien Umum pada RSUD K.H. Daud Arif belum memadai;

3. Pengajuan klaim Jaminan Kesehatan Nasional terlambat dan berisiko membebani
keuangan RSUD K.H. Daud Arif;

4. Pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai tanpa bukti kehadiran pegawai sebesar Rp. 56,01 juta;

5. Belanja Jasa Pelayanan Pasien Covid-19 sebesar Rp. 313,20 juta tidak sesuai ketentuan;

6. Pengadaan obat-obatan tidak sesuai ketentuan dan mengakibatkan kelebihan
pembayaran sebesar Rp1,19 miliar;

7. Kerja sama penyediaan peralatan penghasil oksigen membebani keuangan RSUD minimal
sebesar Rp164,67 juta; dan

8. Metode pemilihan penyedia dalam Pengadaan Peralatan dan Mesin tidak sesuai ketentuan dan terdapat indikasi pemahalan harga sebesar Rp. 141,40 juta.

Mengenai hal ini tim tribunjambi.com mencoba mengonfirmasi Direktur RSUD KH Daud Arif Monang, namun belum mendapatkan jawaban.

Sedangkan menurut Sekertaris Daerah (Sekda) Tanjabbbar Agus Sanusi yang menerima langsung hasil audit mengatakan belum membaca hasil audit tersebut. Hasil audit sudah di serahkan ke Bupati Tanjabbar Anwar Sadat.

"Saya belum baca isinya, baru disampaikan ke bapak bupati," jelasnya Rabu (7/12/2022)

Mengenai temuan yang paling besar dari pengadaan obat di RSUD KH Daud Arif sekitar Rp. 1,1 miliar. Sekda mengaku belum mengetahui secara detail temuan tersebut.

"Waduh, sudah tahu duluan, saya saja belum tahu," tutupnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Dinas Pendidikan Muaro Jambi Deklarasi Kawasan Bebas Asap Rokok di Lingkungan Sekolah

Baca juga: Naruto 17 Desember 2022 - Remake, Plot Twist Boruto atau Film Baru?

Baca juga: Program Lokakreasi Sinar Mas Agribusiness and Food Tingkatkan Penjualan Kelompok UMKM

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved