Sidang Ferdy Sambo

Saldo Brigadir Yosua Diduga Lebih Rp 600 Juta, Hasil Tracing PPATK Diserahkan ke Bareskrim

Diduga, uang di rekening Brigadir Yosua bisa mencapai di atas Rp 600 juta bahkan mendekati angka satu miliar rupiah.

GRAFIS TRBUNJAMBI
Ilustrasi Ferdy Sambo, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nominal Saldo di rekening atas nama Nofriansyah Yosua Hutabarat mencapai ratusan juta rupiah. Fakta itu diketahui setelah dilakukan tracing oleh PPATK.

Di BNI, Brigadir Yosua Hutabarat memiliki dua rekening, semuanya telah dibekukan, karena diduga kuat ada transaksi mencurigakan.

Saldonya dipastikan lebih dari Rp 100 juta, namun tidak sampai Rp 1 miliar. “Beberapa ratusan juta isinya,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Sabtu (26/11/2022).

PPATK juga melakukan penelusuran terhadap rekening ajudan Ferdy Sambo yang lain.

Berdasarkan tracing, ungapnya, saldo terbesar berada di rekening Nofriansyah Yosua Hutabarat. “Ini paling besar,” ucapnya.

Diduga, uang di rekening Brigadir Yosua bisa mencapai di atas Rp 600 juta bahkan mendekati satu miliar rupiah.

Sebab, pada persidangan sebelumnya, terungkap saldo yang ada pada rekening BNI atas nama Ricky Rizal, lebih dari Rp 600 juta, yang juga telah ikut diblokir.

Pembukaan rekening ajudan itu dilakukan atas inisiatif Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.

Baca juga: Putri Candrawati Serahkan HP, Suruh Ricky Rizal Transfer dari Rekening Brigadir Yosua

Pasangan ini menggunakan nama sejumlah ajudannya, termasuk Brigadir Yosua, namun rekeningnya dikuasai oleh pasangan tersebut.

Soal berapa ajudan yang dipinjam namanya untuk dibuatkan rekening tapi dikuasai FS maupun PC, tidak diungkap secara lugas ke publik.

Pada persidangan, setidaknya ada nama orang ajudan yang sudah dipastikan digunakan namanya, yaitu Ricky Rizal dan Nofriansyah Yosua.

Namun Putri Candrawati mengatakan pembukaan rekening itu bukan untuk tindakan pidana, tapi pembiayaan kebutuhan rumah tangga di Jakarta dan Magelang.

Kepala PPATK mengatakan, soal hasil analisis transaksi di rekening para ajudan, sudah diserahkan pihaknya kepada Bareskrim Polri.

Soal apakah anak ditindaklanjuti penyidi untuk membuktikan ada atau tidaknya dugaan tindak pidana pencucian uang atas penggunaan nama ajudan untuk membuka rekening, sudah masuk ranah kepolisian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved