Sidang Ferdy Sambo
Kematian Brigadir Yosua Terungkap Bharada E Ketakutan Diancam Ferdy Sambo, Pesan Ini Untuk Keluarga
Kasus perkara dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua dengan terdakwa Bharada sudah beberapa kali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
TRIBUNJAMBI.COM - Richard Eliezer atau Bharada E adalah satu di antara 5 terdakwa yang diduga terlibat kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua.
Kasus perkara dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua dengan terdakwa Bharada sudah beberapa kali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Senin (21/11/2022) rencananya sidang lanjutan pembunuhan Brigadir Yosua kembali digelar. Bharada E kembali akan duduk di kursi pesakitan.
Namun, ada cerita sebelum kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua ini terungkap.
Hal itu dikatakan Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy dalam podcast bersama Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo, dikutip dari Kompas TV, Minggu (20/11/2022).
Dari keterangan Ronny Talapessy, Bharada E sempat diintimidasi Ferdy Sambo.
Bharada E tentu saja ketakutan karena diintimidasi jenderal bintang dua ketika itu.
Saat itu, kata Ronny Talapessy, Bharada E sempat ketakutan karena diintimidasi Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir Yosua.
Bahkan, saking takutnya Bharada E meminta keluarganya tak mencari dia jika terjadi sesuatu ke dirinya.
"Jadi ada rasa ketakutan dari Richard. Dia sempat hubungi juga keluarganya, bapak, mamanya, dia sudah hubungi pacarnya, kalau terjadi apa-apa dengan saya, sudah ikhlaskan saya, tidak usah cari lagi," Ronny Talapessy menjelaskan.
Bharada E, kata Ronny Talapessy juga berpesan kepada keluarganya agar berhati-hati meski ia tak mengungkapkan peristiwa sebenarnya.
"Saya minta keluarga hati-hati, baik-baik, jadi kalau ada apa-apa sudah nggak usah cari saya lagi," kata Ronny Talapessy menirukan perkataan Bharada E.
Menurut Ronny Talapessy, intimidasi yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Bharada E saat awal terungkapnya kasus kematian Brigadir Yosua.
Sat itu, Ferdy Sambo meminta Bharada E memberikan keterangan sesuai skenario yang disusunnya sebelum menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Richard itu kan masih dijaga sama Ferdy Sambo. Kemudian waktu menghadap Bapak Kapolri, itu Richard masuk ke dalam ketemu Pak Kapolri, di luarnya di depan pintu itu ada Ferdy Sambo," kata Ronny Talapessy.
Skenario yang dibuat Ferdy Sambo, yakni Brigadir Yosua tewas di rumah dinas setelah terlibat baku tembak dengan Bharada E.
Rekayasa baku tembak bermula dari tindakan pelecehan Brigadir Yosua terhadap istrinya, Putri Candrawati.
Ronny Talapessy bilang, Bhrada E yang merasa terintimidasi mau tidak mau menurut skenario yang dibuat Ferdy Sambo.
Saat di depan Kapolri, Bharada E mengaku menembak Brigadir Yosua, karena korban lebih dulu menembaknya.
"Dari depan itu dia sudah diintimidasi. Disampaikan (Ferdy Sambo), kamu bicara sesuai dengan yang begini, begini, begini," ujarnya.
Dalam kasus ini, selain Bharada E, empat orang lagi menjadi terdakwa. Yakni, Ferdy Sambo, istri Sambo, Putri Candrawathi, ajudan Ferdy Sambo Ricky Rizal atau Bripka RR dan ART Sambo, Kuat Maruf.
Kelimanya dijerat pasal pembunuhan berencana.
Lima terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Baca juga: Sidang Ferdy Sambo Cs Tidak Harus Live Streaming, Humas PN Jaksel: Sidang Tetap Terbuka
Baca juga: 9 Saksi di Sidang Ferdy Sambo Pekan Depan, Staf Pribadi hingga Pegawai Bank
Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Minta Hakim Perintahkan Ferdy Sambo cs Jalani Tes Narkoba