Kisah Insipiratif Kepala BPJS Kesehatan Jambi, Dukungan Suami dan Keluarga Sangat Berarti
Lika-liku liku pekerjaan dilewati Sri Widiastuti dengan tidak mudah, proses sangat panjang dilalui hingga dapat berada pada posisi seperti saat inu
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rahimin
Tak sendiri, Sri Widiastuti terbang menggunakan pesawat Merpati ke Pekanbaru dan dilanjutkan menggunakan travel ke Jambi bersama dua teman lainnya yang juga lolos di Askes dan ditempatkan di Jambi.
Sri Widiastuti menceritakan kedua teman satu angkatannya tersebut saat ini menjadi kepala kantor cabang Batanghari dan lainnya kepala kantor cabang Padang.
Awal sampai Jambi saat masih di kendaraan dirinya sempat berfikir karena melihat rumah-rumah panggung di sepanjang jalan di Sekernan.
"Kok Jambi kayak gini, banyak rumah panggung, berarti kos-kosanku rumah panggung kayak gini nanti," kata Sri Widiastuti mengenang pikirnanya saat itu.
Ternyata pikiran tersebut salah saat dirinya masuk ke Kota Jambi.
Kemudian dirinya mendapat SK definitif atau menjadi pegawai tetap pada 2006 dan menjabat sebagai staf verifikator Askes komersial.
Tak butuh waktu lama, dua tahun berselang pada 2008 dirinya mendapat kesempatan promosi menjadi Asisten Manajer (setara Kepala Seksi) dan langsung definitif ditempatkan ke kantor Cabang Muaro Bungo.
Berselang tiga tahun pada 2011 ternyata Sri Widiastuti mendapatkan jodohnya di Jambi, ia menikah pada 2011 dengan pria dambaannya.
Setahun berselang pada 2012 Sri Widiastuti melahirkan putra pertamanya.
Baca juga: Pembiayaan Kesehatan Pasien Jantung Tembus Rp7,7 Triliun, BPJS Kesehatan Alokasikan Rp8 Triliun
Ini merupakan tantangan pertama dirinya karena sang suami bekerja di Kota Jambi dan dirinya di Bungo, dirinya harus kuat karena dalam kondisi hamil dan jauh dari suami.
Bahkan, saat sudah melahirkan dirinya juga harus mengurus putra pertamanya tersebut sendiri di Bungo.
Satu tahun setelah putra pertamanya lahir, akhirnya pada September 2013 dirinya dipindahkan kembali ke kantor cabang Jambi masih dengan posisi yang sama.
Dirinya menjabat sebagai kasi kepesertaan dan pelayanan pelanggan, menjelang Askes berganti nama menjadi BPJS Kesehatan tugasnya bertambah karena ada fungsi pemasaran.
"Jadi September 2013 ke Jambi lagi dengan posisi sama, dulu kasi ganti nomenklatur jadi kabag, Kabag pemasaran," ungkapnya.
Setahun berada di pemasaran, 2014 dirinya diangkat menjadi kabid, kabid penjaminan manfaat primer dengan tugas mengurus puskesmas, klinik, dengan dinas kesehatan yang berhubungan dengan pelayanan primer atau pelayanan tingkat pertama.