BI Bangun Rumah Produksi Nanas di Tangkit, Bagian Program Inklusi Keuangan, dan Penguatan UMKM
KUBE Mega Buana adalah satu dari delapan project yang menunjukkan peningkatan dalam konteks penjualan maupun inklusi keuangan.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
Selain itu, Eva Ariesty, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi juga mengatakan Bank Indonesia melakukan pendampingan pada kelompok subsistem KUBE Mega Buana di Desa Tangkit Baru, Kabupaten Muaro Jambi sudah dimulai sejak 2021.
Walaupun kelompok tersebut dibina melalui program Subsistence, namun saat ini kapasitas kelompok telah mencapai tingkat UMKM Digital dalam pengembangan UMKM Bank Indonesia (urutan pengembangan mulai dari UMKM Subsistence – potensial – sukses – digital – go export).
Awal mula terbentuknya KUBE Mega Buana baru beranggotakan 25 orang. Tetapi kini anggotanya telah bertambah hingga 30 orang.
Baca juga: Bank Indonesia Jadikan Desa Tangkit Baru Kawasan Percontohan
Tidak hanya sebatas itu, varian produk yang dihasilkan dari nanas juga sangat bervariasi. Di bawah bimbingan BI, KUBE Mega Buana saat ini berhasil mengembangkan 21 jenis varian produk turunan nanas yang dapat dihasilkan.
"Pencapaian ini tentu berkat semangat yang kuat dari ibu-ibu anggota KUBE, dan difasilitasi berbagai pelatihan yang intensif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi," katanya.
Pelatihan-pelatihan yang sudah diberikan BI yakni pengolahan buah nanas menggunakan teknologi pengawetan dan pengemasan, pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan kelembagaan, pembukaan rekening tabungan dan rekening usaha, business matching pemasaran produk.
"Kami merasa tidak sia-sia, dan merasa tidak salah pilih memberikan bantuan ini. Kami senang bisa berkenalan, dan menjadi bagian dari KUBE Mega Buana yang penuh semangat serta bisa menularkan semangatnya," jelasnya.
Bank Indonesia melihat ada potensi yang terdapat di Desa Tangkit Baru, maka dari itu mereka memberikan upaya mendukung perkembangan KUBE Mega Buana melalui bantuan Rumah Produksi Nanas untuk pengolahan nanas.
Ia menceritakan, dahulu sebelum terbentuknya KUBE Mega Buana yang dibina oleh BI, 50 buah nanas yang dihasilkan dari petani kurang lebih hanya bernilai Rp100 ribu.
Tetapi setelah adanya pelatihan-pelatihan, dan keilmuan didapatkan KUBE Mega Buana, penghasilan dari produk turunan dengan jumlah nanas yang sama dapat bernilai hingga Rp2 juta.
Adapun Andi Baharul Alam, Kepala Desa Tangkit Baru berterima kasih terhadap bantuan Bank Indonesia yang telah membina KUBE Mega Buana dari awal hingga saat ini.
"Kami merasa banyak perubahan yang KUBE Mega Buana rasakan. Bahkan Bank Indonesia dengan sabarnya memberikan bimbingan dengan masyarakat kami yaitu KUBE Mega Buana untuk dapat berkembang," jelasnya.
Terlebih BI sejauh ini telah berkontribusi banyak mendukung semangat para anggota kelompok yang masih ingin maju, dan terus menggali potensi yang ada.
Baca juga: Kendalikan Inflasi di Jambi, Bank Indonesia Bagikan Bibit Cabai
Bukti dari dukungan BI bagi KUBE Mega Buana yaitu adalah awal mulanya masyarakat banyak yang tidak tahu memanfaatkan bagian-bagian nanas untuk jadi penghasilan. Mereka hanya mengetahui dagingnya yang dapat dikonsumsi.
Namun setelah BI memberikan pendampingan, nyaris tidak ada bagian nanas yang tersisa, semua bisa dimanfaatkan.
"Kalau dahulu pikiran kita hanya sebatas nanasnya saja. Sekarang semua bahkan jadi bisa dibuat produk turunan yang bisa menghasilkan uang," pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News