Advertorial
Santri Ponpes Bidayatul Ulum Siap Mandiri Lewat Pelatihan Sablon Digital dan Digital Marketing
Santri Pondok Pesantren Bidayatul Ulum mengikuti pelatihan “Membangun kemandirian Ekonomi Santri melalui sablon digital
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Pondok Pesantren Bidayatul Ulum terus berinovasi dalam mencetak generasi santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi Santri melalui Sablon Digital dan Digital Marketing”, yang dilaksanakan pada 28 Oktober 2025 di aula Pondok Pesantren Bidayatul Ulum, dengan antusiasme tinggi dari para santri putra dan putri.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian dosen dan mahasiswa Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA) dalam mendukung peningkatan keterampilan ekonomi berbasis teknologi di lingkungan pesantren.
Melalui pelatihan ini, para santri dibekali kemampuan membuat desain sablon digital, mencetak produk seperti kaos dan gelas, serta mengenal strategi pemasaran modern melalui media sosial dan marketplace.
Pimpinan Pondok Pesantren Bidayatul Ulum, Ust. Paino, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penguasaan keterampilan sablon digital dan pemasaran online menjadi bekal penting bagi santri untuk membuka peluang wirausaha baru di era digital.
“Santri sekarang tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga bisa berdaya melalui karya. Dengan teknologi digital, hasil karya mereka bisa dikenal luas dan menjadi sumber penghasilan mandiri,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan alat sablon digital, praktik mencetak desain, hingga simulasi pemasaran menggunakan platform daring seperti Shopee, Linktree, dan landing page.
Kegiatan ini juga diselingi sesi motivasi kewirausahaan untuk menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri santri sebagai pelaku ekonomi kreatif.
Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk unit usaha sablon digital di lingkungan pesantren yang dikelola langsung oleh para santri.
Selain meningkatkan literasi digital, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pesantren.
Salah satu dosen pelaksana, Dr. Nurhadi, S.Kom., M.Cs., menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi para santri, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dunia akademik terhadap masyarakat, khususnya pesantren.
“Kami ingin membuktikan bahwa santri bisa kreatif, produktif, dan berperan aktif dalam era digital,” tuturnya.
Pelatihan ini juga melibatkan tim dosen dan mahasiswa Universitas Dinamika Bangsa, antara lain Despita Meisak, S.Kom., M.Kom., Dr. Hanan Laras Sabrina, S.E., M.S.M., Raka Jumersyah Pratama, dan Roro Refa Mauladiqta.
Sebagai penutup, pihak penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek) atas dukungan pendanaan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, serta kepada Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA) yang telah memberikan fasilitas dan pendampingan penuh selama kegiatan berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada Kemendiktiristek dan Universitas Dinamika Bangsa atas dukungan dan kepercayaannya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren mampu menghadirkan perubahan nyata di masyarakat,” ujar Despita Meisak, Ketua Tim Pelaksana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/06112025-santri.jpg)