Berita Tebo

PT LAJ Bakal Dipanggil Pj Bupati Tebo Terkait Permasalahan Ini

Seorang anak karyawan PT LAJ Kabupaten Tebo, yang diduga mengalami kejang setelah mendapat perawatan dari Puskesmas Suo-Suo.

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Seorang anak karyawan PT LAJ Kabupaten Tebo, yang diduga mengalami kejang setelah mendapat perawatan dari Puskesmas Suo-Suo. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Seorang anak karyawan PT LAJ Kabupaten Tebo, yang diduga mengalami kejang setelah mendapat perawatan dari Puskesmas Suo-Suo.

Penjabat (Pj) Bupati Tebo H Aspan bakal memanggil PT LAJ untuk dimintai keterangan soal kelalaian yang terjadi.

Perusahaan yang seharusnya menyiapkan layanan fasilitas kesehatan. Hal terkecil dalan pelaksanaan pekerjaan yakni kotak P3K harus disiapkan oleh perusahaan.

"Sesuai ketentuan di perusahaan itu, fasilitas dan tenaga medisnya harus lengkap, ada aturannya seperti itu," Kata Pj Bupati Tebo H Aspan Senin (12/9/2022).

"Kok sekarang malah ada korban dari karyawan nya menyalahkan Puskesmas, Kita akan panggil pihak LAJ, "kata Aspan lagi.

Aspan menyebut, jangan melemparkan masalah ke orang lain. Berkaitan dengan ini Aspan bilang, karyawan dan petugas kesehatan di Puskesmas yang melaksanakan kegiatan ini akan di lakukan tindakan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tebo Riana Elizabeth, Soal bocah diduga keracunan obat tersebut setelah pasien dibawa RSUD STS Tebo bukan keracunan.

Kata Riana, memang setelah minum obat, Balita tersebut mengalami kejang-kejang dan hasilnya setelah diperiksa dirumah sakit ternyata bukan keracunan obat tapi kejang karena demam yang terlalu tinggi.

Kemarin sempat ada kesalahpahaman katanya ambulan tidak di izinkan dipakai untuk merujuk, padahal saat itu ambulan baru kembali ke Puskesmas Suo-Suo tanggal 5 berangkat dari Pemayungan untuk kegiatan pengobatan.

Selain itu kata Riana, diketahui orang tua pasien bekerja di PT LAJ tapi tidak punya BPJS, sedikit kesulitan untuk pembiayaannya, karena di perusahaan tidak memiliki klinik.

Sehingga orang tuanya datang kerumah perawat, kalau datang ke Puskesmas pun tidak akan di layani kalau pasiennya tidak dibawa.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Selain Akses Terputus, 35 KK Terdampak Banjir di Desa Nyogan Muaro Jambi

Baca juga: Polda Jambi Kejar DPO Perampok Emas dan Uang di Sungai Bahar

Baca juga: Ketua KPU Provinsi Jambi Sebut Sudah Lakukan Proses PAW Apif Fimansyah

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved