Berita Jambi

Upaya Turunkan Inflasi, Ini Langkah yang Dilakukan Pemprov Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya menekan angka inflasi yang terjadi, meskipun ada penurunan yang sebelumnya 8,55 persen menjadi 7,77 persen pa

Tribunjambi/Wira Damanik
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya menekan angka inflasi yang terjadi, meskipun ada penurunan yang sebelumnya 8,55 persen menjadi 7,77 persen pada bulan Agustus, upaya akan terus dilakukan hingga Desember.

Sekda Provinsi Jambi, Sudirman memaparkan beberapa langkah dan program strategis utama untuk menekan angka inflasi tersebut.

Pertama Pemprov Jambi menggelontorkan dana 1,3 Miliar untuk bantun 5 komoditas yang menyumbang inflasi, yakni bantuan bibit cabe rawit, cabe merah dan bawang merah, termasuk menekan harga beras dan minyak goreng.

Kemudian yang kedua Pemprov akan memaksimalkan musim panen di bulan September ini, di Muara Jambi panen bawang merah dan di Bungo ada panen cabai.

"Melalui Dinas ketahanan pangan kita sudah perintahkan untuk membeli hasil panen itu, sehingga tidak dijual keluar provinsi, kita akan beli, bisa kita jual lagi dengan harga yang murah," kata Sekda.

Selanjutnya melalui dana Desa/Kelurahan yang diberikan Pemprov Jambi sebesar Rp 100 juta, akan ada beberapa persen yang akan digunakan untuk mengintervensi angka inflasi.

"Khusus Kelurahan 50 persen untuk penanganan kemiskinan ekstrem dan 50 persennya untuk penanganan inflasi, Kalau yang di desa kita tidak bisa, karena kita sudah tetapkan Pergubnya, Kita sudah alokasikan paling tinggi 10 persen untuk penannganan kemiskinan ekstrem bantuan keuangan di desa," jelasnya.

Sementara itu total antara bantuan keuangan desa dan kelurahan mencapai Rp 154,4 Miliar yang jika digerakan dengan baik bisa mengatasi inflasi dan dampak kenaikan BBM.

Kemudian berikutnya Pemprov Jambi juga akan melakukan Operasi Pasar yang dilakukan dalam rentang waktu satu bulan, dan setiap minggu satu hingga dua kali dilakukan yang berkoordinasi dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan maupun Disperindag.

"Minimal satu minggu itu sekali atau dua kali kita operasi pasar, paling tidak ada 5 komoditas yang bisa kita intervensi," ujarnya.

Terakhir Pemprov Jambi berencana akan mengeluarkan Surat Edaran kepada ASN Provinsi Jambi agar tunjangan berasnya langsung dibeli ataupun diambil beras premium atau beras medium dari petani Jambi.

"Karena beras itu di pasarnya mahal harganya, dan tidak ada pembelinya, jadi kita hsrus beli melalui ASN," ucapnya.

Jika masih belum memenuhi kata Sekda Pemprov akan minta ke ASN Kota Jambi dan Bungk untuk membeli beras tersebut, karena beras menjadi penyumbang inflasi.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: OJK Gelar Rakor TPAKD se-Provinsi Jambi Upayakan Masyarakat Paham Produk Keuangan

Baca juga: Komentar Erik ten Hag Soal Peluang Manchester United Raih Gelar Usai Kalahkan Arsenal

Baca juga: Marissya Icha Tak Terima Dituding Sindir Frans Faisal dan Nathalie Holscher: Gak Kayak Gitu!

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved