Perang Rusia Ukraina
Neraka di Kherson, Serfangan Balasan Ukraina Tewaskan 450 Pasukan Rusia
Pasukan Ukraina terus mengepung tentara Rusia yang masih berada di wilayah Kherson.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Dalam sebuah video imbauan yang disebarkan oleh Free Buryatia Foundation, ibu dari salah satu tentara, Oksana Plusnina mengatakan setelah menolak untuk menerima permintaan pengunduran diri, komandan brigade membagi para penentang menjadi kelompok-kelompok kecil.
Kemudian kelompok tersebut dibagi delapan dan sepuluh orang serta mengirim mereka ke fasilitas penahanan khusus di kota Luhansk, yang terletak di Ukraina timur dan saat ini diduduki Rusia.
Tentara tidak memiliki surat identitas dengan alasan untuk melindungi mereka jika sewaktu-waktu ditangkap pasukan Ukraina.
Mereka tidak diizinkan menggunakan ponsel dan sarana lain untuk menghubungi keluarga atau pengacara mereka.
Sebelum ditahan, putra Plusnina, Ilya Kaminsky menyebut kepada saluran televisi berbahasa Rusia, TV Current Time, bahwa sekelompok rekan prajuritnya yang menolak berperang di Ukraina dikunci di garasi dan diberi makan bubur sekali sehari sebelum dikirim ke pusat penahanan.
Kaminsky juga menyediakan rekaman audio percakapan tentara dengan komandan brigade Letnan Kolonel Agafonov yang mencoba membujuk mereka untuk membatalkan pengunduran diri mereka.
Current Time TV menyensor kata-kata kasar Agafonov saat menayangkan rekaman suara tersebut.
"Delapan orang sudah (pergi ke Luhansk) dan sekarang mereka benar-benar ingin kembali ke medan perang. Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan atau katakan kepada mereka," kata Agafonov dalam rekaman yang ditayangkan oleh Current Time TV.
Kaminsky awalnya menyebut telah menulis sekitar 20 permohonan pemecatan dari militer, tiba-tiba tidak dapat dihubungi setelah melakukan wawancara dengan Current Time TV.
"Kami tidak dapat berbicara dengannya atau melacak di mana dia berada sekarang atau apa yang terjadi padanya," kata Plusnina dalam video yang diposting pekan lalu.
Komandan brigade mengancam akan mengumpulkan semua penentang dan mengirim mereka ke garis depan, sebagai upaya untuk menggagalkan keputusan mereka meninggalkan medan perang.
Artikel ini diolah dari Tribunnews.com
Baca juga: Pertempuran Sengit di Kherson, Ukraina Mati-matian Rebut Wilayahnya dari Rusia
Baca juga: Disebut Kewalahan Hadapi Ukraina, Putin Tambah Kekuatan Pasukan Rusia
Baca juga: Pejabat Ukraina Klaim Serang Markas Rusia di Kadiivka Tewaskan 200 Tentara Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pasukan-Ukraina-00p.jpg)