Kereta Api Trans Sumatera
Kereta Api Trans Sumatera Bakal Terhubung ke Jambi, AHY: Mandat Presiden
Pemerintah pusat saat ini tengah menggarap pembangunan kereta api Trans Sumatera, yang akan terhubung ke Provinsi Jambi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:kereta api Trans Sumatera
- Pemerintah percepat kereta api luar Jawa demi pangkas biaya logistik nasional.
- Jambi jadi bagian strategis perluasan jalur baru kereta api di Pulau Sumatera.
- Menko AHY tegaskan mandat Presiden Prabowo untuk kurangi ketimpangan wilayah.
- Kereta api didorong jadi solusi transportasi ramah lingkungan dengan emisi rendah.
- Sinergi pemerintah daerah diperlukan guna mempercepat integrasi rel di Sumatera.
TRIBUNJAMBI.COM – Kabar segar bagi mobilitas dan efisiensi logistik di Provinsi Jambi dengan adanya kereta api Trans Sumatera.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa, termasuk koridor strategis di Pulau Sumatera.
Mandat Presiden untuk Konektivitas Sumatera
Langkah strategis ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna menekan ketimpangan wilayah.
Jambi, yang menjadi salah satu titik kunci dalam rencana Kereta Api Trans Sumatera, diproyeksikan akan mendapatkan penguatan jaringan untuk membentuk konektivitas yang mumpuni bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Ini adalah visi besar Bapak Presiden. Kita ingin memastikan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh."
"Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah," ujar AHY dalam keterangan resminya.
Menekan Biaya Logistik dan Emisi
Selama ini, distribusi logistik di wilayah Sumatera, khususnya Jambi, masih sangat bergantung pada jalur darat melalui truk yang seringkali terhambat kemacetan dan biaya operasional tinggi.
Baca juga: 2 Lansia di Blora Selamatkan Penumpang Kereta Api, Sadar Rel Lintasan Putus
Baca juga: Penjelasan Ending Film Patah Hati yang Kupilih, Apakah Ben Pindah Agama
Kehadiran kereta api diharapkan menjadi solusi efisiensi karena keunggulannya dalam mengangkut volume besar dengan emisi yang rendah.
AHY menyoroti bahwa saat ini angkutan logistik kereta api secara nasional baru menguasai sekitar 1persen pasar pengiriman.
"Padahal, kereta api memiliki keunggulan sangat besar, termasuk dari sisi efisiensi dan emisi. Bahkan kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca sangat rendah, kurang dari 1persen . Ini harus kita dorong sebagai bagian dari komitmen menuju net zero emission," lanjutnya.
Langkah Kolaboratif Lintas Wilayah
Dalam konteks Sumatera, AHY menjelaskan fokus utama adalah penguatan jaringan lama dan perluasan jalur baru untuk membentuk ekosistem transportasi yang terpadu.
Hal ini memerlukan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sumatera untuk memastikan pembangunan rel tidak terhambat kendala lahan atau tata ruang.
"Kita harus jujur melihat kondisi hari ini. Jaringan kereta api kita masih sangat terbatas dibandingkan negara lain."
"Ini bukan untuk membuat kita pesimis, tetapi justru menjadi pemicu agar kita bekerja lebih keras dan lebih terarah," tegas AHY.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News dan Media Sosial Facebook, Instagram dan Threads
Baca juga: BKSDA Jambi: 446 Ekor Burung Setara Rp60 Jutaan, Tapi Konservasi Tak Bisa Dinilai
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI Mei 2026, Warga Jambi Bisa Pinjam 50 Juta-200 Juta
Baca juga: BKSDA Jambi: 446 Ekor Burung Setara Rp60 Jutaan, Tapi Konservasi Tak Bisa Dinilai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-kereta-api-tp-kai.jpg)