Harga Sawit Jambi
Harga Sawit Jambi Belum Stabil, Pupuk 'Aspal' Beredar
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, mengungkapkan adanya peredaran pupuk asli tapi palsu (aspal) yang kini beredar di Provinsi Jambi.
Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, mengungkapkan adanya peredaran pupuk asli tapi palsu (aspal) yang kini beredar di Provinsi Jambi. Terlebih saat ini subsidi pupuk untuk komoditas kelapa sawit di cabut.
Dia mengatakan indikasi peredaran aspal itu dari kandungan isi tidak sesuai dengan tulisan yang dicantumkan di label merek.
"Di merknya tidak palsu, tapi kalau diuji, itu tidak sesuai. Misalnya kandungannya itu disebutkan KCl-nya 15. Nah, coba ketika diuji, paling 9 atau 10 itu dikurangin," jelasnya.
"Karena kita tidak mengujinya tadi karena harus ada biaya pengujian, sehingga kita beli pupuk itu juga tidak sesuai, dan itu paling banyak," tambahnya.
Hal tersebut yang selama ini lakukan masyarakat, khususnya petani kelapa sawit, yaitu menguji satu-satu secara manual atau lebih tepatnya feeling.
"Sekarang kan banyak merk-merk baru, jadi petani itu hanya satu-satu. Kadang-kadang, ya feeling dari petani. Tapi KCL ini agak sulit, dan untuk pengecekan juga agak mahal juga," sebutnya.
Baca juga: Petani Jambi Bingung, Harga Sawit Masih Kurang dari Rp 2.000 per Kg
Baca juga: Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP Kota Jambi
Namun, Agusrizal memastikan pupuk yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dipastikan asli. Hal itu lantaran pihaknya menerapkan dua kali uji coba terkait dengan bahan baku dari pupuk tersebut.
"Kalau pengadaan dari perkebunan baik dari APBN atau APBD itu kami lakukan uji coba dua kali. Untuk yang beredar saat ini memang sulit, beda dengan dari kita yang diberikan," pungkasnya.
Petani mengeluh
Sementara itu, petani kelapa sawit di tiga kecamatan Bahar Grup, Kabupaten Muarojambi, mengeluhkan pencabutan subsidi pupuk kelapa sawit oleh pemerintah.
Defrisal, petani asal Unit 16, Kecamatan Bahar Utara, Suparmin asal Unit 3, Kecamatan Sungai Bahar, dan M Irsyad asal Unit 18, Kecamatan Bahar Selatan, menyampaikan keresahannya.
Mereka merasa kebijakan pencabutan pencabutan subsidi pupuk umenyusahkan petani. Pasalnya, saat ini harga sawit masih cukup rendah, tetap petani harus membeli pupuk dengan harga cukup tinggi.
"Harga sawit segini, sedangkan pupuk subsidi, pupuk para petani dihapuskan tidak ada lagi subsidi untuk petani sawit," kata Defrisal, Kamis (11/8).
Untuk diketahui harga sawit di Sungai Bahar saat ini masih berkisar di harga Rp1.400 per kilogram.
Defrisal menyebutkan beberapa pupuk subsidi yang biasa digunakan dan saat ini subsidinya sudab dicabut. "Menyusahkan petani, mulai dari bulan enam kemarin, sudah tidak ada lagi pupuk subisi mulai SP 36, ZA, Urea, Phonska itu kan subsidi sudah tidak ada lagi," ujarnya.
Baca juga: Festival Kuliner Kota Jambi Lombakan Gulai Terjun Masakan Khas Sarolangun
Saat masih ada subsidi, pupuk-pupuk tersebut bisa didapatkan dengan harga berkisar Rp120 ribu-Rp140 ribu tergantung merek. Namun setelah pencabutan, harga pupuk non-subsidi yang tersedia berkisar Rp600ribu-Rp900 ribu untuk merek Mahkota dan Pak Tani. "Untuk pupuk tidak memadai, biasanya satu ton pupuk cukup dengan lima kuintal sawit, sekarang satu ton sawit hanya dapat satu sak (karung) pupuk," ucapnya.
Sementara itu, kata Defrisal, kebutuhan pupuk untuk satu hektare itu rerata 700 kilogram, atau satu ton pupuk bisa digunakan untuk 1,5 hektare. Pemupukan sendiri biasanya dilakukan empat bulan sekali.
Perlu diketahui, pemerintah telah resmi mencabut subsidi 4 jenis pupuk petani. Kebijakan baru tersebut seiring terbitnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10/2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Aturan diundangkan mulai 8 Juli 2022. (Tribunjambi.com)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Petani Jambi Bingung, Harga Sawit Masih Kurang dari Rp 2.000 per Kg
Baca juga: Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP Kota Jambi
Baca juga: Festival Kuliner Kota Jambi Lombakan Gulai Terjun Masakan Khas Sarolangun