Nilai Tukar Petani dan  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian Turun, Ini Penyebabnya

Begitupun dengan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang juga turun sebesar 5,26 persen dari 127,42

Editor: Rahimin
Istimewa
Nilai Tukar Petani dan  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian Turun, Ini Penyebab, dan Perhitungannya 

Nilai Tukar Petani dan  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian Turun, Ini Penyebab, dan Perhitungannya

Oleh : Nadya Azzahra

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam Rilis Berita Resmi Statistik Senin (1/8/2022), Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) turun 5,95 persen dari 127,31 pada Juni 2022 menjadi 119,74 pada Juli 2022.

Begitupun dengan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang juga turun sebesar 5,26 persen dari 127,42 pada Juni 2022 menjadi 120,72 pada Juli 2022.

Penyebabnya adalah Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun cukup besar di angka 4,93 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ip) serta Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik masing-masingnya sebesar 1,07 persen dan 0,34 persen.

Komoditas penyumbang turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) diantaranya kelapa sawit, pinang, kentang, kopi dan kelapa. Harga komoditi tersebut turun signifikan sehingga mempengaruhi penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) di bulan Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kondisi sebaliknya terjadi pada komoditas yang dikonsumsi petani yang diukur dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ip). Komoditas penyumbang naiknya Ip ini diantaranya cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, bawang merah serta tomat sayur.

Begitu pula dengan biaya produksi dan modal yang naik seperti herbisida, ongkos angkut, cuka getah, dan sebagainya yang menyebabkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) ikut serta naik.

Nilai NTP sendiri dihitung dengan membagi It dengan Ib dan BPPM. Sehingga dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTP di bulan Juni mengalami penurunan. Sedangkan jika membagi It dengan BPPM saja, maka didapatkan nilai NTUP yang juga mengalami penurunan di bulan Juni. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daya tukar di tingkat pertanian turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Jambi menuturkan bahwa sejak bulan April, jika dilihat dari grafik perkembangan NTP dan NTUP, trend nya mengalami penurunan signifikan yang cukup mengkhawatirkan. Penurunan NTP dan NTUP ini harus menjadi perhatian bersama karena apabila terus turun, berarti bahwa daya beli petani makin menurun dimana harga produk pertanian turun sedangkan biaya produksi nya meningkat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved