Ketika Big Data Menjadi Pendukung Fenomena

Data dianggap hal penting dalam perencanaan sebuah kegiatan, menjadi penentu dalam pengambilan kebijakan dan dasar untuk sebuah publisitas.

Editor: Rahimin
Istimewa
Ketika Big Data Menjadi Pendukung Fenomena 

Ketika Big Data Menjadi Pendukung Fenomena

Oleh : Oeliestina, Statistisi Madya BPS Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - “Data merupakan jenis kekayaan baru bangsa ini. Kini data lebih berharga dari minyak. Oleh karena itu kedaulatan data harus diwujudkan. Hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan dan tidak boleh ada kompromi” (Kutipan pidato Presiden RI, Joko Widodo dalam pidato kenegaraan, Agustus 2019).

Data menjadi barang yang mulai banyak dilirik orang. Data dianggap hal penting dalam perencanaan sebuah kegiatan, menjadi penentu dalam pengambilan kebijakan dan dasar untuk sebuah publisitas.

Apa yang dikemukakan oleh pak presiden dalam pidatonya tersebut menjadi cambuk bagi BPS untuk menyajikan data berkualitas.

BPS selain sebagai produsen data, perannya dalam pembinaan literasi dan kesadaran satatistik menjadi penentu bagi kualitas Sistem Statistik Nasional (SSN).

Statistik yang berkualitas bukan hanya dilihat dari keakuratan, kecepatan dan up to date. Ada sisi lain dimana dimensi statistik juga harus dipandang dari sisi zaman.

Begitu cepat perkembangan yang mengiringi zaman sejalan dengan kebutuhan peningkatan data yang sangat pesat.

Di era milenial semua orang bisa menjadi produsen data. Setiap individu memiliki kontribusi besar dalam menghasilkan data yang sangat besar  dengan istilah “big data”.

Big data merupakan data yang sangat besar, cepat dan kompleks sehingga sulit bahkan tidak mungkin diproses secara konvensional menggunakan metode tradisional.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved