Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Para Sahabat Ungkap Masa Kecil Brigadir Yosua: Ceria dan Positif
Peristiwa meninggalnya Brigadir Yosua memberikan kesedihan tersendiri bagi Sahabat masa kecilnya yang tidak ingin disebut namanya berisnisial JP.
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peristiwa meninggalnya Brigadir Yosua memberikan kesedihan tersendiri bagi Sahabat masa kecilnya yang tidak ingin disebut namanya berisnisial JP.
Ia berteman dengan Yosua sejak SD dan berlanjut satu sekolah lagi di SMP dan SMA.
"Saya sangat dekat dengan dia, Kenal dari kelas 5 SD, orang tua kami juga berteman dekat," ujarnya.
Ia mengenang Yosua sebagai anak yang ceria, pribadi yang positif, tidak neko-neko dan patuh dengan orang tua.
"Karena kami orang susah dulu, Jadi kami sama-sama berjuang buat sukses, dia dengan masuk polisi, dan aku ambil kuliah keguruan," ungkapnya.
Brigadir Yosua semasa di sekolah lebih akrab dipanggil dengan nama Frian.
Baca juga: Pj Bupati Aspan Temui Mendag Zulkifli Hasan Bahas Program Strategis
Baca juga: Kesaksian Guru SMA Brigadir Yosua: Dia Anak Baik dan Berprestasi
Baca juga: Profil dan Biodata Mahfud MD, Berani Sebut Kematian Brigadir Yosua Hutabarat Penuh Kejanggalan
JP menceritakan kebersamaannya dengan Frian semasa SD dulu yang hampir tiap hari bermain bersama.
"Dulu waktu kita SD, kita hampir tiap hari main sama-sama, kadang mancing ke kali dekat SD, sore kadang main sepak Bola di halaman SD, kadang nonton film kartun captain tsubasa," ungkapnya.
Kebersamaan JP dengan Frian semakin akrab pasca JP tinggal di dekat rumah Frian, bahkan karena seringnya bersama kerap disangka kembar oleh orang.
Uniknya ia juga memiliki kisah awal mula mengetahui jika Frian memiliki cita-cita menjadi polisi sejak kecil.
"Pernah saya hari itu beli mainan pistol-pistolan pas Lebaran, dia bilang, pinjam bang tembakan mu itu," JP menirukan Frian.
Dari momen tersebut JP ingat bahwa memang cita-cita Frian jadi polisi sudah sedari kecil.
Kemudian setelah lulus SMA Frian melanjutkan pendidikan di kepolisian.
Ia juga mengingat momen saat Frian dinas dari Papua dan langsung mengajak untuk mentraktir makan.
"Habis dinas dari Papua dia telepon, dia bilang, ayo makan panggang Bang di Barus," menirukan suara Frian.