Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Kesaksian Guru SMA Brigadir Yosua: Dia Anak Baik dan Berprestasi
Bambang Guru SMA 4 Muaro Jambi tempat Brigpol Yosua sekolah dahulu mengenang Yosua sebagai siswa yang baik dan berprestasi.
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bambang Guru SMA 4 Muaro Jambi tempat Brigadir Yosua sekolah dahulu mengenang Yosua sebagai siswa yang baik dan berprestasi.
Bambang menyebutkan bahwa dirinya tahu persis kondisi anak-anak muridnya, karena ia juga sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan.
Bahkan ia juga mengenal orang tua Yosua dan sering melakukan komunikasi.
"Saya sangat dekat dengan keluarganya, dengan ibunya, karena sering konsultasi masalah anaknya, masalah nilai dan lain, sering komunikasi dengan saya," ucapnya.
Bukan hanya Yosua, ia juga mengatakan bahwa dua adiknya yang juga bersekolah di SMA 4 merupakan anak-anak yang baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran-pelanggaran
"Anak ibuk itu semuanya tiga-tiganya anak yang baik, tidak pernah melakukan pelanggaran-pelanggaran, tidak ada masalah apa-apa, baik semuanya, disiplin, ketiganya anggota saya di paskib (Pasukan Pengibar Bendera)," jelasnya.
Baca juga: Profil dan Biodata Mahfud MD, Berani Sebut Kematian Brigadir Yosua Hutabarat Penuh Kejanggalan
Baca juga: Teman Erayani Bawa NA Potong Rambut, Ternyata Salon Karaoke, Banyak Pria Dewasa
Selain itu ia juga mengatakan bahwa Yosua merupakan siswa yang taat agama selama bersekolah, Yosua selalu mengikuti kegiatan agama bersama pendeta dan tidak pernah mendapat laporan buruk.
Yosua juga dalam kenangan Bambang sangat patuh dengan guru dan tidak pernah melakukan hal yang aneh.
"Taat dan patuh dengan gurunya, gak neko neko, gak ngelawan, Anaknya baik, tidak pernah melakukan pelanggaran, bolos, merokok itu enggak, Termasuk bocah pinter lah, anak ibuk itu kebetulan pinter semua," jelasnya.
Menurutnya Yosua merupakan salah satu siswa kebanggaannya dan siswa terbaik di SMA 4, karena Yosua bisa membawa nama baik SMA dikala itu termasuk di Paskib.
"Jadi ada kenangan-kenangan saat itu kita mengawal dia paskib, melatih dia paskib, itu saya masih ingat benar," kenangnya.
Mengenal dekat Yosua semasa SMA, membuat Bambang merasa tidak percaya dengan kronologi kejadian yang diceritakan terkait pelecehan dengan penodongan kepada istri Kadiv Propam.
"Saya dengar berita itu setengah tidak percaya, karena saya tahu kondisinya, tidak ada hal yang menyimpang, saya itu sangat dekat dengan anak-anak, sampai sekarang masih ingat," ujarnya.

Ia mengaku sangat kaget dengan berita tersebut dan mendoakan semoga Yosua ditempatkan disisi Tuhan Yang maha kuasa.
Sebagai guru ia sangat merasa sedih dengan kejadian ini, karena Yosua salah satu anak murid kebangganya, dan Yosua merupakan salah satu siswanya yang sudah berhasil.