Kakek di Ambon Rudapaksa 5 Anak Kandung dan 2 Cucunya 'Biar Gak Sakit saat Berhubungan dengan Suami'

Kakek berinisial RH atau BO (51) warga Kecamatan Baguala, Kota Ambon tega merudapaksa lima anak kandung dan dua cucunya.

Editor: Suci Rahayu PK
Tribunambon/Alfin
Kakek yang rudapaksa anak kandung hingga cucunya menjalani pemeriksaan di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kakek berinisial RH atau BO (51) warga Kecamatan Baguala, Kota Ambon tega merudapaksa lima anak kandung dan dua cucunya.

Kelima anak yang menjadi korban pemerkosaan BO itu yakni KH (16), IGH (18), EDH (24), LVH (27) dan anak yang masih berusia 9 tahun.

Sedangkan dua cucu yang menjadi korban BO masih berusia 5 tahun dan 6 tahun.

Perbuatan BO ke korbannya terjadi sejak 2007 hingga 2022.

Kepada polisi, kakek bejat ini mengaku tak ingin melihat anak dan cucunya sakit ketika berhubungan badan dengan suami mereka nantinya.

Kasus ini baru terungkap 4 Juni 2022 kemarin.

Saat EDH, anak pelaku yang pernah menjadi korban mendapat laporan dari ponakannya yang masih berusia 5 tahun.

Saat itu, ia sementara membersihkan ponakannya ACH di salah satu sungai pada 28 Mei 2022.

Lalu ponakannya merintih kesakitan di bagian area vitalnya.

Setelah memendam lama, kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi, Senin (6/6/2022) pukul 16.45 WIT.

Baca juga: Libur Sekolah, Jumlah Penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi Diprediksi Meningkat

Baca juga: Kronologi Penangkapan Wanita yang Nikahi Sesama Jenis di Kota Jambi, Terancam 10 Tahun Penjara

Alasan mereka tak melaporkan kasus ini sejak lama lantaran setiap kali melakukan perbuatan bejatnya, ia selalu mengancam akan memukul dengan kaca.

Saat diperiksa di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Ambon, RH mengaku dirinya rudapaksa anak dan cucunya.

“Jadi alasan pelaku itu, ingin menjadi pembuka jalan duluan agar mereka tidak merasa sakit ketika berhubungan badan dengan suaminya kelak,” ujar Kasi Humas Polresta Ambon kepada awak media di Mapolresta, Kamis (16/6/2022).

Aksi bejatnya terhadap tujuh korban ini lanjut Moyo, sudah dilakukan berulang kali semenjak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Untuk menanggung perbuatannya, RH dijerat Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan ayat (5) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman hukuman 15 tahun hingga seumur hidup atau hukuman mati” tuturnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Keterlaluan! Alasan Kakek di Ambon Rudapaksa Anak dan Cucu, Ngaku Tak Mau Mereka Sakit, 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kios Sembako Terbakar, Ibu dan Balita Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kamar Mandi

Baca juga: Hari Pertama jadi Menteri, Zulkifli Hasan Dengarkan Jeritan Pedagang Soal Kenaikan Harga Sembako

Baca juga: Pertempuran Mengerikan di Ukraina, Presiden Zelensky Ungkap Sengitnya Serangan Rusia

Sumber: Tribun Ambon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved