Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tips Kesehatan

Tanda-tanda Trauma Masa Kecil, Kecemasan Akan Perpisahan

Trauma masa kecil adalah istilah umum. Ini mengacu pada pengalaman menyedihkan yang pernah dialami seseorang saat masih kecil.

Tayang:
Editor: Nurlailis
(tuaindeed)
Trauma masa kecil 

6. Suka berdebat atau bertengkar atau menghindari konflik dengan segala cara

Mengutip Psychology Today, anak-anak yang tumbuh di lingkungan di mana pengasuhnya suka berdebat atau menghindari konflik, akan meniru hal yang sama.

Ia akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kurang memiliki keterampilan dalam berkomunikasi yang produktif dan sehat.

7. Tidak tahu cara memperbaiki hubungan setelah berkelahi

Mengutip Psychology Today, individu yang masa kecilnya tidak memiliki figur panutan untuk mengelola konflik dengan sehat, kecenderungan ketika usia dewasa ia tidak tahu cara memperbaiki hubungan.

Itu bisa terlihat seperti berpura-pura tidak pernah terjadi konflik, tidak tahu kapan atau bagaimana berkompromi pada suatu masalah.

Atu cenderung membiarkan masalahnya begitu saja.

Baca juga: Cara Meningkatkan Energi Positif dalam Rumah, Nyalakan Musik untuk Mengurangi Kecemasan

8. Ingin pengakuan

Mengutip Psychology Today, individu yang memiliki trauma masa kecil bisa menciptakan perilaku yang menginginkan pengakuan.

Dengan setiap pasangan yang baru datang, ia mengkonfirmasi bahwa ia layak untuk mendapatkan cinta dan hubungan yang belum pernah ia miliki di masa lalu.

Keinginannya muncul karena adanya rasa takut disakiti lagi, takut sendirian, atau mencoba membuktikan bahwa dirinya layak mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tidak didapat di masa kecil.

9. Khawatir menjalin hubungan

Mengutip Psychology Today, individu yang memiliki trauma masa kecil karena pengasuhnya tidak dapat diandalkan atau meninggalkannya, cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang khawatir menjalin hubungan.

Ia tidak percaya pada mereka yang mengaku ingin menjaganya, karena ia takut mereka sama dengan pengasuhnya, yang akan menyakitinya.

Sehingga, ia cenderung menghindar untuk menjalin hubungan intim karena merasa lebih aman, karena ia bebas untuk meninggalkan hubungan kapan pun jika perlu.

10. Mencoba mengubah pasangan

Mengutip Psychology Today, anak-anak yang memiliki trauma masa kecil terhadap pengasuh mereka, cenderung memiliki obsesi mengubah untuk mengubah orang terdekat sesuai keinginannya.

Anak-anak tidak berdaya untuk mengubah siapa pengasuh mereka, jadi mereka belajar untuk mencoba puas dengan apa yang mereka miliki.

Namun ketika ia masuk usia dewasa, menyebabkannya menginginkan perubahan dalam diri pasangannya untuk menenangkan ketakutannya sendiri akan hubungan.

Baca juga: PPA Kota Jambi Dampingi Pemulihan Psikologi Anak-anak Korban Perdagangan

Sumber: Kompas.com

Berita lain terkait Tips Kesehatan

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved