Tips Kesehatan
Tanda-tanda Trauma Masa Kecil, Kecemasan Akan Perpisahan
Trauma masa kecil adalah istilah umum. Ini mengacu pada pengalaman menyedihkan yang pernah dialami seseorang saat masih kecil.
Mengutip Verywell Mind, setelah terpapar peristiwa traumatis, anak-anak cenderung mengekspresikan beberapa bentuk perubahan perilaku.
Faktanya, perilaku itu masih sering terjadi hingga mereka dewasa.
Berikut tanda-tanda trauma masa kecil yang terlihat dari perubahan perilakunya:
- Kecemasan akan perpisahan: terjadi ketika seorang anak diliputi kecemasan, jika orangtuanya tidak ada.
- Gangguan tidur: ini bisa berarti bahwa mereka mulai mengalami mimpi buruk atau kehilangan kemampuan untuk tertidur dengan cepat.
- Kesedihan: jika menyadari bahwa Anda atau orang yang Anda cintai lebih sering merasa sedih, itu mungkin pertanda bahwa mereka sedang menghadapi peristiwa traumatis.
- Kehilangan minat dalam aktivitas normal: seorang anak mungkin kehilangan minat pada hal-hal yang pernah mereka nikmati.
- Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi: ini bisa menjadi jangka panjang atau pendek dan berdampak pada hal-hal seperti sekolah, pekerjaan, atau aktivitas normal.
- Kemarahan: kemarahan yang tidak dapat dijelaskan atau mudah marah yang tidak sesuai dengan kejadian yang sedang terjadi, bisa jadi itu tanda dari peristiwa traumatis.
- Keluhan somatik: ini bisa termasuk sakit perut, sakit kepala, atau sakit fisik lainnya, yang tampaknya tidak memiliki akar penyebab.
Bentuk trauma masa kecil
Mengutip Psychology Today, jika pengasuh (orangtua) berperilaku disfungsional atau tidak sehat, kemungkinan besar anak-anak akan belajar untuk meniru perilaku tidak sehat yang sama, bahkan jika tidak disengaja.
“Bagi banyak orang, efek pelecehan bermanifestasi dalam hubungan interpersonal yang disfungsional sebagai akibat dari gangguan keterikatan pada titik-titik penting perkembangan masa kanak-kanak.” (Kvarnstrom, 2018)
Baca juga: Gejala dan Jenis Gangguan Mental - Bipolar, Kecemasan Umum, Skizofrenia
Berikut contoh bentuk trauma masa kecil yang terbawa di usia dewasa:
1. Takut ditinggalkan
Mengutip Psychology Today, anak-anak yang diabaikan atau ditelantarkan oleh pengasuh, sering kali bergumul dengan ketakutan akan ditinggalkan orang terdekat ketika ia dewasa.
Kadang kala ketakutan itu tidak disadari oleh dirinya sendiri.
Meskipun ketakutan yang mendasarinya adalah pasangannya mengakhiri hubungan mereka, tetapi pikiran itu sering muncul dalam situasi umum sehari-hari.
Misalnya:
- Takut ketika pasangan keluar sendiri
- Tidak dapat tenang, jika pasangan meninggalkan ruangan saat bertengkar.
- Ketakutan ini juga sering berwujud kecemburuan ekstrim, sehingga posesif.
2. Menjadi pribadi mudah tersinggung
Mengutip Psychology Today, ada hubungan antara individu yang tumbuh di lingkungan yang sering memberikan kritik, atau menyaksikan orang lain dikritik, dengan kepribadian yang mudah tersinggung.
Individu yang tumbuh di lingkungan seperti itu, secara alami akan belajar bahwa melontarkan kritik adalah cara untuk mengekspresikan ketidaksenangan orang lain dalam hubungan sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-stres-dan-gangguan-kecemasan.jpg)