Berita Merangin

Ribuan Warga Merangin Sudah Divaksin, Tapi Tidak Miliki Sertifikat, Dukcapil Ungkap Penyebabnya

Sekitar 2.000 warga Kabupaten Merangin yang sudah melakukan vaksinasi tidak terdata di database Dinas Dukcapil Kabupaten Merangin.

Tribunjambi/Darwin
Vaksinasi di Merangin 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Sekitar 2.000 warga Kabupaten Merangin yang sudah melakukan vaksinasi tidak terdata di database Dinas Dukcapil Kabupaten Merangin.

Meskipun sudah mengikuti program vaksinasi, namun ribuan warga Merangin ersebut tidak memiliki sertifikat Vaksin.

Penyebab hal itu karna luasnya wilayah Kabupaten Merangin dan masih terdapat desa yang belum terkoneksi internet yang stabil. Sehingga membuat angka vaksinasi di Kabupaten Merangin terjadi terkendala.

Sehingga saat pendataan vaksinasi berlangsung, petugas melakukannya secara manual yang kemudian dionlinekan.

Seketaris Dinas Dukcapil Kabupaten Merangin, Jonizen menjelaskan bahwa data yang tidak bisa di entri keseluruhan secara online yakninya sebanyak 4.417 orang, diantaranya 1866 orang sudah selesai di proses.

"Awalnya sekitar 4.000 lebih data warga Merangin tidak bisa dionlinekan, namun 1.866 sudah selesai diproses. Tapi yang tidak terdata di database kita itu sebanyak 1.826 orang. Kemudian termasuk yang sudah vaksin namun belum rekam KTP sebanyak 324 orang," ungkapnya.

Dijelaskan Jonizen, faktor penyebab data tersebut tidak terbaca di database dukcapil tersebut diakibatkan Nik yang tidak terbaca dan juga kesalahan penulisan Nik saat vaksinasi.

"Jadi data mereka ini tidak ketemu waktu kita cek di sistem dukcapil," sebutnya.

Kemudian lanjutnya, ada juga data yang ditemukan bukan orang domisili dari Kabupaten Merangin namun tidak bisa dicetak secara online yakninya sebanyak 87 orang.

Jonizen juga menyebutkan ada warga yang tidak bisa melampirkan Nik saat vaksinasi sebanyak 300 orang dan data ganda sebabyak 10 orang.

"Ini masih kita usahakan mencocokkan data. Jika tidak cocok maka nanti akan di cek kembali KTP, atau yang belum merekam kita pinta untuk merekam KTP, sehingga data itu mudah kita input secara online," tambahnya.

Dikatakan Jonizen, kesalahan data vaksinasi manual tersebut juga mengakubatkan keterlambatan capayan vaksinasi di Kabupaten Merangin sendiri.

"Misalnya contoh yang tadi seharusnya sudah berapa persen, karena data tidak jelas juga menghambat capayan vaksinasi itu sendiri,"ungkapnya.

Untuk itu dirinya meminta petugas Vaksinasi dalam hal ini Kepada dinas Kesehatan Kabupaten Merangin bagi data kependudukan yang salah atau tidak terbaca diharapkan untuk melampirkan KK dan KTP.

"Sehingga kita dengan cepat mengupload secara online. Dan juga pihak dinas disini tidak kesulitan menemukan data yang bermasalah tersebut," pungkasnya.

Baca juga: Gara-gara Ini, Ibu Rumah Tangga di Bungo Diamankan Satresnarkoba Polres Merangin

Baca juga: Kejurprov PBSI Jambi di Merangin Dimulai, Sang Juara akan Mendapatkan Pembinaan

Baca juga: Mashuri Sebut Kejurprov di Merangin Bantu Geliat Ekonomi Warga di Tengah Pandemi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved