Breaking News:

Sosok Ariansyah Kepala Samsat Jambi, Lulusan IPDN Hingga S3 di Universitas Jambi

Sempat menjadi ajudan Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar selama satu tahun. Muhammad Ariasyah, kini dipercaya menjabat menjadi Kepala Samsat Jambi

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/zulkifli
Kepala UPTD Samsat Kota Jambi, Muhammad Ariansyah 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Simpelnya kalau kami di rumah, kalau ada pisang misalnya, kan banyak sisirnya itu. Nah kalau mau kasih ke tetangga berikanlah yang paling bagus," ujar Kepala Samsat Jambi, Muhammad Ariasyah.

Sempat menjadi ajudan Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar selama satu tahun. Muhammad Ariasyah, kini dipercaya menjabat menjadi Kepala Samsat Provinsi Jambi. Tidak serta merta langsung menjadi Kepala Samsat Jambi, Ariansyah ternyata sudah memiliki basic dalam dunia perpajakan.

Ariansyah merupakan lulusan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2009. Ia menyebut bahwa di IPDN Ia menguasai tentang Managemen Keuangan Daerah.

"Saat jadi Kepala Samsat tidak kaget, karena basic pendidikan saya itu tentang pajak. S1 IPDN itu managemen keuangan daerah, basic managemen daerah itu ya ekonomi makro, mikro dan ada pajak dan retribusi," katanya

Ia menyebut bahwa perihal pajak dan retribusi itu telah didapatkanya di kurikulum pendidikan ketika di IPDN. Tak hanya itu, selepas S1 Ariansyah melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Jambi.

"Selesai saya tamat pada 2009 dari IPDN, pada tahun 2010 saya lanjut S2 ambil fakultas ekonomi kosentrasi ekonomi pembangunan. Saya lulus waktu itu tahun 2012 di Unja, dan tesis saya juga ambil tentang kebijakan fiskal pemerintah kota jambi," tuturnya.

Setelah itu, Ia melanjutkan dunia pendidikan S3 di Universitas Jambi. Ariansyah yang lahir di Kota Jambi, 31 Oktober 1988 silam merupakan alumni dari SMA 2 Kota Jambi. Ariansyah yang merupakan menantu Fachrori Umar ini, kini sudah memiliki dua orang anak.

Ariansyah memiliki motto hidup yang terbilang simpel. Namun menurutnya, dari yang simpel inilah yang membawa Ia bersama empat saudaranya sukses. Hal ini pula yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya kepada Ia dan saudara lainnya.

"Kalo motto hidup saya simpel, seperti kata ornag tua dulu bercita-citalah setinggi langit, standar sebetulnya. Jadi kita harus menepatkan standar kita setinggi langit. Selain itu kita juga harus membiasakan diri untuk memberikan yang terbaik. Artinya itu luas, jadi apapun itu yang ada di diri kita, kita harus berikan yang terbaik," ungkapnya.

Ia menyebut bahwa setiap moto hidup semua ada folosofinya. Termasuk yang bercita-cita setinggi langit. Ia mengibarkan bahwa jika bercita-cita setinggi langit, maka kita akan jatuh di sekitar bintang-bintang.

"Tentunya setiap moto hidup ada dorongan dari orang tua," tambahnya

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan cita-cita, Ariansyah menyebut bahwa dari kecil bercita-cita menjadi seorang presiden. Ini juga sebetulnya dorongan dari orang tuanya untuk Ariasnyah bercita-cita setinggi langit.

"Kalo di Indonesia jabatan yang paling tinggi itu jadi Presiden. Itu sebatas cita-cita, jadi cita-cita harus kita imbangi. Makanya saya sekolah setinggi mungkin, bekerja semaksimal mungkin," sebutnya.

"Jadi mungkin tidak kalo jadi presiden? ya mungkin. Jadi ibaratnya cita-cita itu tujuan yang harus di kerjakan. Bukan mati-matian, tapi goalnya harus ada.
Semua orang bisa jadi presiden, asal memenuhi syarat," pungkasnya.

Baca juga: Mengenal Sosok Kepala Samsat Jambi, Mantan Ajudan Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar Tahun 2021

Baca juga: Menghindari Penumpukan, Samsat Kota Jambi Sarankan Masyarakat Pakai Gerai Lain Selain Kantor Samsat

Baca juga: Bayar Pajak di Kota Jambi Kini Bisa dari Rumah Pakai Aplikasi Samsat Digital Nasional

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved