Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Hidup Sebagai Manusia Baru
Bacaan ayat: Galatia 2:19-20 (TB) Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan
Bahwa taat pada hukum Tuhan bertujuan menata kehidupan menjadi lebih baik; bagaimana mungkin hasilnya justru kerusakan kehidupan?
Ketika mengkritisi lebih jauh, Paulus mendapatkan kesimpulan bahwa ketaatan kepada hukum Tuhan tidak memberikan jaminan seseorang berkenan kepada Allah.
Semakin seseorang berjuang untuk taat, semakin banyak lobang-lobang ketidaktaatan yang ditemukan.
Upaya sekeras apapun yang dilakukan, sering tidak menciptakan rasa nyaman; sebaliknya muncul rasa semakin tidak layak di hadapan Tuhan.
Satu tuntutan ketaatan berimplikasi pada tuntutan untuk taat pada bidang yang lain. Proses tersebut terjadi sepanjang perjalanan kehidupan.
Tuhan itu suci. Disandingkan dengan keberadaan manusia, rasanya memang tidak mungkin untuk memenuhi standar kesucian Tuhan.
Itu sebabnya hanya yang suci saja, yang akan mampu memenuhi standar kesucian tersebut.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Bersama dalam Kerukunan
Fakta inilah yang menghantarkan kita untuk semakin memahami karya penyelamatan yang dilakukan Allah dalam Yesus Kristus.
Manusia dengan upayanya sendiri, tidak mungkin memenuhi standar kesucian Tuhan.
Upaya keras manusia untuk taat, tidak pernah bisa memberikan jaminan bahwa hidupnya akan berkenan kepada Allah.
Dalam posisi demikian, manusia memerlukan pihak lain yang akan bertindak sebagai penebus.
Pihak yang juga suci, agar dapat memenuhi standar kesucian Allah.
Apakah ada yang suci, selain Allah sendiri? Pasti tidak ada.
Allah berinisiatif menjadi manusia: manusia seutuhnya dan Allah seutuhnya dalam satu pribadi yaitu Yesus Kristus. Ini anugerah Allah.
Manusia hanya bisa didamaikan dengan Allah dengan percaya kepada Yesus Kristus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)