Breaking News:

Napoleon Diperiksa Propam Terkait Penganiayaan Muhammad Kece: Saya Tanggung Jawab, Apapun Risikonya

Propam Polri akan memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte untuk dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kasman alias Muhammad Kece.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan tanggung jawab atas dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kasman alias Muhammad Kece.

Divisi Propam Polri akan segera memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte setelah mendapatkan izin dari Mahkamah Agung.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo mengatakan di Jakarta, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (28/9/2021).

“Mahkamah Agung telah memberikan izin resmi pemeriksaan Irjen NB yang diajukan oleh Divisi Propam Mabes Polri,” ujar Ferdy.

Nantinya, kata Ferdy, Napoleon akan diperiksa untuk melengkapi penyidikan yang sebelumnya dilakukan kepada Kepala Rutan Bareskrim dan sejumlah penjaga tahanan.

Selanjurnya pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

“Pasca-pemeriksaan terhadap Irjen NB akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka kelalaian atas penganiayaan tersangka kasus penistaan agama M Kece,” kata Fredy.

Seperti diketahui, Muhammad Kece, tersangka kasus penistaan agama, mengalami penganiayaan di Rutan Bareskrim, kejadian itu dilaporkan pada 26 Agustus 2021.

Baca juga: Polisi Kembali Tetapkan Irjen Napoleon Bonaparte Sebagai Tersangka, Ini Kasusnya

Baca juga: Irjen Napoleon Semakin Sengsara, Belum Selesai Kasus Pencucian Uang Sudah Kena Kasus Baru

Baca juga: 6 Calon Tersangka Penanganiayaan Muhammad Kece Dihadirkan dalam Prarekonstruksi, Siapa Saja?

Penganiayaan yang diterima Muhammad Kece bukan hanya kekerasan secara fisik tapi juga dilumuri kotoran manusia.

Pelakunya adalah Irjen Napoleon Bonaparte, Jenderal aktif bintang dua yang tersandung kasus suap Djoko Tjandra.

Sesuai hasil visum yang dilakukan oleh dokter, Muhammad Kece ada sembilan luka lebam pada bagian wajah dan satu di punggung setelah mengalami penganiayaan dari Irjen Napoleon Bonaparte.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte berbincang dengan penasihat hukumnya saat sidang dugaan gratifikasi terkait red notice Joko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte berbincang dengan penasihat hukumnya saat sidang dugaan gratifikasi terkait red notice Joko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (23/11/2020). (Kompas/Heru Sri Kumoro)

Napoleon Bonaparte melalui surat terbukanya mengakui penganiayaan terhadap M Kece adalah perbuatannya. Alasannya adalah karena pemerintah belum juga menghapus semua konten yang mengandung penistaan agama yang telah dibuat dan dipublikasikan Kece.

“Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kace, apapun risikonya,” kata Napoleon Bonaparte.

Berita ini telah tayang di Kompas.TV

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved