Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Tidak Ada Alasan Untuk Membela Diri

Bacaan ayat; Ibrani 4:12 (TB) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai

Editor: Suci Rahayu PK
Freepik.com
Ilustrasi Depresi dan Frustasi 

Tidak Ada Alasan Untuk Membela Diri

Bacaan ayat; Ibrani 4:12 (TB) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Kata-kata itu tajam. Sayatannya membawa luka yang perih, seperti tersayat sembiluh (sembiluh: kulit bambu yang tipis dan tajam).

Ungkapan tersebut hendak menyatakan betapa kuatnya sebuah kata-kata dalam memberi pengaruh. Luka yang ditimbulkannya akan membekas seumur hidup.

Terasa perih ketika diingat dan derai air mata bisa tidak terbendung.

Dalam sejarah penyelamatan Allah, Allah telah berulang kali berinisiatif untuk berkata-kata kepada manusia.

Ia berkenan memilih, memanggil dan menyatakan apa yang menjadi kehendak-Nya meskipun Ia sejatinya tidak mempunyai kewajiban untuk melakukannya.

Perkataan-Nya, yang lebih familiar dengan istilah Firman-Nya, selalu datang menghampiri manusia untuk kembali kepada-Nya. Abraham, Ishak dan Yakub adalah tokoh utama dalam karya penyelamatan yang pada akhirnya berpuncak pada Yesus Kristus.

Dengan cara-Nya yang kreatif, Ia berkenan menjumpai manusia. Berulang-ulang Ia hadir dalam pengalaman hidup; berjanji dan ditepati.

Baca juga: Renungan Harian Keisten - Aku Tahu yang Aku Percaya

Namun apa respon manusia? Sebanyak Ia memanggil, sebanyak itu pula manusia menolak panggilan tersebut.

Beberapa merespon dengan taat dan melalui mereka panggilan tersebut berlanjut.

Bagi yang memilih tidak taat dan menolak, akhirnya kebinasaan menghampiri.

Fakta ini menjadi bukti paling kuat bahwa benar adanya, Allah mempunyai otoritas mutlak untuk memanggil seseorang untuk percaya, dan membinasakan ketika seseorang memilih untuk menolak.

Fakta inilah yang dipakai oleh penulis Surat Ibrani untuk meyakinkan pembacanya tentang kedaulatan Allah yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved