Renungan Keisten
Renungan Harian Keisten - Aku Tahu yang Aku Percaya
Bacaan ayat: 1 Petrus 3:15-16 (TB) Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertang
Aku Tahu yang Aku Percaya
Bacaan ayat: 1 Petrus 3:15-16 (TB) Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Di era globalisasi dimana setiap hal dapat dan diijinkan untuk dikritisi, bukankah sesuatu yang wajar bahwa kehidupan berimanpun tidak luput untuk diuji?
Rasanya wajar jika seseorang bertanya tentang iman dan tanggung jawab kita adalah memberikan penjelasan tentang yang kita percayai.
Sayangnya, kesadaran tersebut baru dipahami segelintir orang.
Persoalan iman masih berada pada ranah pribadi. Iman terkait erat dengan identitas diri.
Mempertanyakan tentang iman masih menjadi hal tabu untuk dilakukan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Mengosongkan Siri seperti Kristus
Bertanya tentang iman, justru dianggap menguji seseorang.
Seseorang akan merasa dipermalukan jika tidak mampu untuk menjawab pertanyaan kritis yang diajukan.
Rasa malu ini dapat memicu kemarahan, pertengkaran dan permusuhan.
Itulah sebabnya, sikap paling aman adalah tidak bertanya. Iman itu terkait hubungan personal seseorang dengan Tuhan.
Biarlah itu menjadi urusan pribadi yang tidak perlu diperbincangkan dihadapan publik.
Menjadi berbeda dengan iman Kristen. Iman Kristen menjadi iman yang paling dikritisi dalam sejarah.
Hal ini wajar, sebab iman Kristen adalah iman yang hadir dalam sejarah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)