Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Tidak Ada Alasan Untuk Membela Diri
Bacaan ayat; Ibrani 4:12 (TB) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai
Apa yang dialami oleh umat Tuhan pada masa lalu, memberikan peringatan bahwa Allah tidak main-main dalam karya penyelamatan-Nya.
Berulang-ulang Ia memberikan peringatan, memberikan kesempatan untuk bertobat dan berbalik, serta memberi waktu yang cukup untuk merespon.
Saatnya akan tiba, bahwa hari perhentian itu akan tiba dengan pasti. Dan jika hari itu telah tiba maka tidak ada yang bisa tersembunyi dan disembunyikan
Firman Allah yang berulang kali datang kepada manusia telah mewujud sebagai manusia, yaitu Yesus Kristus. Firman itu hidup dan kuat. Firman itu tajam melebihi pedang bermata dua.
Di tangan seorang prajurit, pedang bermata dua sangat berbahaya. Setiap gerakan tangan prajurit mempunyai potensi besar untuk melukai.
Ketika menusuk akan menciptakan luka yang mengerikan. Firman Allah lebih tajam dari pedang tersebut. Firman itu dapat memisahkan jiwa dan roh; sendi dan sumsum.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Mengosongkan Siri seperti Kristus
Menurut paham Ibrani, manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu tubuh, jiwa, dan roh. Yang pertama yaitu tubuh, dijadikan dari tanah liat.
Yang kedua ialah kehidupannya (nyawa / jiwa), sedang yang ketiga ialah roh yang dapat merasa, mendengar, melihat, memikirkan, dan sebagainya.
Tubuh, jiwa dan roh menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak mungkin dipisahkan. Tanpa ketiganya maka kehidupan akan menjadi binasa.
Itu artinya, Firman Allah mempunyai kemampuan untuk membinasakan. Tidak ada yang tersembunyi, yang tidak akan terlihat.
Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Tidak ada kesempatan untuk berdalih.
Firman Allah sanggup membedakan antara pertimbangan dan perkataan yang masih tersembunyi dalam hati.
Firman Allah dapat mengetahui motif terdalam, sekalipun belum terungkap dalam perkataan.
Jika saatnya tiba maka tidak ada yang bisa lolos dari penghakiman.
Untuk itulah, selama masih ada kesempatan untuk bertobat, bertobatlah.
Selagi masih ada nafas kehidupan untuk melakukan pilihan, pilihlah untuk percaya dan hidup dalam ketaatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-depresi-dan-frustasi.jpg)